beritane.com
beritane.com

Saka Tatal Sumpah Pocong, Iptu Rudiana Kemana? Ini Kata Pengacaranya

Avatar photo
Saka Tatal Sumpah Pocong

Beritane.com – Iptu Rudiana kemana ketika Saka Tatap menggelar ritual sumpah pocong? Padahal ia yang sebelumnya menantang sumpah pocong.

Prosesi sumpah pocong yang digelar di Padepokan Agung Amparan Jati Cirebon menjadi sorotan.

Iptu Rudiana, yang sebelumnya menantang sumpah pocong terkait kasus Saka Tatal, tidak hadir pada acara tersebut.

Ketidakhadiran ini mengundang kritik tajam dari tim kuasa hukum Saka Tatal, yang dipimpin oleh Farhat Abbas.

Farhat Abbas menilai bahwa tindakan Iptu Rudiana hanya merupakan gertakan belaka.

“Kami saksikan sendiri, Rudiana tidak hadir. Dia hanya berani menantang sumpah pocong tanpa menunjukkan keberanian untuk hadir dalam prosesi tersebut,” ujar Farhat di lokasi, Jumat (9/8).

Tim kuasa hukum Saka Tatal sudah menunggu kedatangan Iptu Rudiana sejak pagi hari. Namun, hingga acara selesai, tidak ada tanda-tanda kehadiran atau konfirmasi dari pihak Rudiana.

“Kami menunggu dari pagi, namun tidak ada kehadiran atau konfirmasi apapun,” tambah Farhat.

Farhat juga menilai bahwa tantangan sumpah pocong dari Iptu Rudiana dianggap sebagai bentuk ejekan terhadap tim kuasa hukum Saka Tatal, seolah-olah kliennya dianggap sebagai pembohong dan pelaku pembunuhan.

“Tantangan itu terasa seperti ejekan, seolah-olah Saka Tatal adalah pembohong dan pembunuh,” jelas Farhat.

Meski demikian, Farhat memuji keberanian Saka Tatal yang tetap bersumpah pocong di hadapan tim kuasa hukum dan keluarganya.

“Hari ini, Saka Tatal membuktikan bahwa dia adalah sosok yang berani di hadapan kami dan keluarganya,” ujar Farhat.

Farhat juga menjelaskan bahwa sebelum prosesi sumpah pocong, dirinya telah menanyakan kepada Saka Tatal mengenai kesiapan menghadapi konsekuensi sumpah pocong tersebut.

“Saya sudah bertanya kepada Saka tentang kesiapan menanggung risiko jika dia berbohong, yakni akan dilaknat Allah SWT. Namun jika dia benar, maka pintu-pintu keadilan akan terbuka,” ungkap Farhat.

Pada prosesi tersebut, Saka Tatal terlebih dahulu menjalani tahap mandi sebelum melaksanakan sumpah.

Namun, surat yang diajukan tim kuasa hukum Saka Tatal kepada Iptu Rudiana tidak mendapat balasan, dan Iptu Rudiana beserta kuasa hukumnya menolak untuk hadir.

Farhat mengungkapkan bahwa alasan Iptu Rudiana menolak hadir adalah karena dia hanya bersedia melakukan sumpah pocong jika korbannya adalah anaknya sendiri.

“Dia menolak hadir dengan alasan hanya mau bersumpah jika korbannya anaknya. Namun, dia tidak berani menghadapi isu kebohongan yang dituduhkan padanya,” ucap Farhat.

Walaupun Iptu Rudiana tidak hadir, tim kuasa hukum Saka Tatal tetap melanjutkan upaya hukum lain, termasuk Peninjauan Kembali (PK).

“Kami tidak mempermasalahkan ketidakhadiran Rudiana karena kami sudah melakukan upaya hukum lainnya. Sumpah pocong ini merupakan puncak dari kejujuran,” kata Farhat.

Farhat menekankan bahwa sumpah pocong ini dilakukan dengan niat baik dan ketaatan kepada Allah SWT.

“Ini adalah sumpah di luar pengadilan, yang dilakukan dengan niat baik dan ketaatan kepada Allah SWT. Rudiana yang menantangnya,” tambah Farhat.

Prosesi sumpah pocong yang direncanakan digelar usai sholat Jumat mengalami penundaan sekitar satu jam karena panitia menunggu kedatangan tim kuasa hukum Saka Tatal, termasuk Farhat Abbas.

Setelah kedatangan tim kuasa hukum, halaman Padepokan Agung Amparan Jati dipenuhi warga yang ingin menyaksikan prosesi tersebut.

Pengacara Iptu Rudiana Kritik Sumpah Pocong Saka Tatal

Pengacara Iptu Rudiana, Elza Syarief, memberikan tanggapan tegas terhadap aksi sumpah pocong yang dilakukan oleh Saka Tatal, mantan terpidana kasus Vina, pada Jumat (9/8/2024).

Dalam prosesi sumpah pocong yang berlangsung di Padepokan Agung Amparan Jati, Saka Tatal menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus Vina dan bahkan bersumpah bahwa penganiayaan terhadap para terpidana kasus Vina pada tahun 2016 dilakukan oleh Iptu Rudiana serta rekan-rekannya.

Saka Tatal juga berani bersumpah pocong dengan klaim tersebut, sementara Iptu Rudiana diundang untuk turut serta dalam prosesi sumpah pocong tersebut.

Dua kain kafan sudah disiapkan untuk digunakan Saka Tatal dan Iptu Rudiana, namun undangan tersebut ditolak oleh pihak Iptu Rudiana melalui tim pengacaranya.

Elza Syarief menilai bahwa tindakan sumpah pocong yang dilakukan oleh Saka Tatal adalah hal yang tidak perlu dan bertentangan dengan ajaran agama Islam.

“Saya hanya bisa berkata astaghfirullahaladzim,” ujar Elza dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi, Jumat (9/8/2024).

Ia menegaskan bahwa sebagai seorang muslim, dirinya tidak mempercayai praktik sumpah pocong dan bahkan menganggapnya sebagai bentuk syirik.

Menurut Elza, tindakan Saka Tatal tidak akan berdampak signifikan dalam proses hukum. “Ini tidak ada artinya karena ini hanya untuk meyakinkan diri mereka sendiri, tetapi bagi kita, ini tidak relevan,” tambahnya.

Elza juga menekankan bahwa menantang agar Allah SWT memberikan azab adalah tindakan yang sangat tidak pantas. “Itu benar-benar tidak boleh kita tantang Allah,” tegasnya.

Elza melanjutkan, saat ini proses Peninjauan Kembali (PK) atas nama Saka Tatal sedang berlangsung.

Ia menyarankan agar semua pihak yang terlibat fokus pada proses hukum yang sedang berjalan dan menyarankan kubu Saka Tatal untuk menghadirkan bukti baru atau novum yang cukup kuat untuk membuktikan bahwa mantan terpidana kasus Vina tersebut tidak bersalah.

Sumpah pocong yang dilakukan oleh Saka Tatal berawal dari pernyataan Iptu Rudiana dalam sebuah konferensi pers, di mana Iptu Rudiana mengklaim bahwa dirinya berani bersumpah, termasuk sumpah pocong, mengenai kematian anaknya, Eky.