Beritane.com – Pada Kamis sore, personel Kodam Jaya terlihat memberikan pelayanan yang humanis kepada mahasiswa yang sedang melakukan demonstrasi di halaman kompleks parlemen Jakarta.
Pantauan di lokasi pada pukul 17.09 WIB menunjukkan bahwa kelompok demonstran, yang diduga berasal dari berbagai kampus, mengenakan berbagai warna almamater dan duduk berbaris di sisi kiri depan Gedung DPR RI.
Sementara itu, personel Kodam Jaya yang dilengkapi dengan perlengkapan pengaman seperti tameng dan helm tampak berdiri di hadapan mereka.
Meski suasana demonstrasi cukup tegang, kedua belah pihak tampak saling bercanda dan tertawa bersama di sela-sela aksi.
Beberapa mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk berfoto di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI.
Hal ini berbeda dengan kejadian beberapa menit sebelumnya di sisi Gedung DPR RI yang lain, di mana sempat terjadi kericuhan antara massa dan aparat kepolisian.
Saat itu, demonstran berusaha memasuki Gedung DPR RI melalui tembok yang dijebol, yang menyebabkan aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk mengendalikan situasi.
Hingga saat ini, situasi demonstrasi di depan Gedung DPR RI berlangsung kondusif. Aparat gabungan TNI dan Polri tetap berjaga di barisan depan untuk memastikan keamanan.
Demonstrasi ini berlangsung karena adanya rencana rapat paripurna DPR mengenai RUU Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pilkada yang dijadwalkan pada Kamis pagi.
Namun, rapat tersebut ditunda karena jumlah peserta tidak mencapai kuorum. Hanya 89 dari 575 anggota DPR RI yang hadir.
Menurut Peraturan DPR Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib, Pasal 281 ayat (1) menyatakan bahwa rapat dapat dibuka jika lebih dari setengah anggota rapat yang terdiri dari lebih dari setengah unsur fraksi sudah hadir.
Jika tidak, seperti yang disebutkan dalam ayat (2), ketua rapat akan mengumumkan penundaan pembukaan rapat. Ayat (3) menegaskan bahwa penundaan tersebut harus dilakukan dalam waktu paling lama 30 menit.












