Beritane.com – Demo Ojol hari ini sampaikan dua tuntutan mengenai tarif dan meminta pemerintah melegalkan profesi driver ojek online.
Pada hari ini, Kamis (29/8), sekitar 500 hingga 1.000 pengemudi ojek online (ojol) akan melakukan aksi unjuk rasa.
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia, Igun Wicaksono, mengungkapkan bahwa ada dua tuntutan utama yang akan diajukan dalam demonstrasi ini.
Pertama, aksi Demo Ojol akan menyoroti isu mengenai tarif, di mana potongan yang dibebankan kepada mitra pengemudi mencapai antara 20 hingga 30 persen.
Igun menjelaskan, “Kenaikan tarif yang harus ditanggung pelanggan dan potongan aplikasi yang besar ini sangat merugikan mitra pengemudi. Potongan sebesar 20 hingga 30 persen jelas berdampak buruk pada pendapatan mereka,” ujar Igun.
Kedua, para pengemudi juga meminta pemerintah untuk melegalkan profesi driver ojek online dalam undang-undang.
Menurut Igun, tanpa adanya regulasi yang jelas, posisi tawar para pengemudi menjadi sangat lemah di hadapan perusahaan aplikasi.
Ia menambahkan, “Kurangnya legalitas membuat perusahaan aplikasi dapat bertindak sewenang-wenang tanpa adanya solusi yang memadai dari platform atau sanksi tegas dari pemerintah.”
Menanggapi rencana aksi tersebut, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, mengatakan bahwa tarif layanan pengantaran Grab telah dihitung dengan cermat sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Permenkominfo No. 1/Per/M.Kominfo/01/2012 tentang Formula Tarif Layanan Pos Komersial.
Tirza menegaskan, “Kami memastikan bahwa Grab Indonesia tidak pernah memotong pendapatan mitra pengemudi untuk dialokasikan sebagai diskon bagi konsumen.”
Sementara itu, Head of Corporate Affairs Gojek Indonesia, Rosel Lavina, mengungkapkan keprihatinannya terhadap keputusan pengemudi ojol yang memilih untuk mematikan aplikasi selama aksi protes.
“Kami selalu terbuka terhadap aspirasi dari mitra driver aktif Gojek dan mengimbau agar aspirasi disampaikan secara kondusif dan tertib. Namun, kami menyayangkan upaya yang memberi kesan bahwa beberapa layanan kami akan tidak beroperasi karena rencana aksi demonstrasi,” tutup Rosel.











