beritane.com
beritane.com

Istilah Blok Medan Viral Setelah Kasus Korupsi Abdul Ghani Kasuba

Avatar photo
Istilah Blok Medan

Beritane – Istilah “Blok Medan” mendadak menjadi viral dan hangat diperbincangkan setelah muncul dalam kasus korupsi yang melibatkan Abdul Ghani Kasuba, mantan Gubernur Maluku Utara.

Istilah ini menjadi sorotan publik setelah disebutkan dalam sidang di Pengadilan Negeri Ternate yang membahas dugaan suap terkait izin tambang di wilayah tersebut.

“Blok Medan” terungkap terkait dengan pertemuan Abdul Ghani Kasuba dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Penyebutan istilah ini mendapat perhatian khusus dari mantan pejabat KPK dan penyidik yang mendorong agar lembaga antirasuah tersebut menyelidiki dugaan keterlibatan Bobby Nasution dalam kasus ini.

Mantan Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, menyatakan bahwa pihaknya telah mendorong Ketua KPK, Nawawi Pomolango, untuk mengusut kasus ini.

“Ada tiga hal yang kami dorong untuk ditindaklanjuti, salah satunya adalah ‘Blok Medan’,” ujar Busyro saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, dikutip Selasa (20/8/2024).

Mantan penyidik KPK, M. Praswad Nugraha, juga menyuarakan dukungan agar KPK menindaklanjuti kasus ini.

Ia menekankan pentingnya KPK bertindak tanpa ragu jika bukti dan konstruksi hukum sudah memadai. “KPK harus bertindak dengan sebenar-benarnya dan tanpa keraguan,” tegas Praswad.

Sementara itu, mantan penasihat KPK Abdullah Hehamahua menegaskan perlunya keseriusan dari pimpinan KPK dalam menangani kasus ini.

Abdullah mengingatkan bahwa KPK pernah menangani kasus korupsi besar yang melibatkan besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Jika KPK berani menangani kasus besan presiden sebelumnya, tentunya harus ada keberanian untuk mengusut kasus yang melibatkan menantu presiden saat ini,” ujar Abdullah.

Istilah “Blok Medan” pertama kali muncul dari eks Ketua DPD Partai Gerindra Malut, Muhaimin Syarif, dalam persidangan.

Jaksa KPK kemudian mengonfirmasi istilah tersebut kepada Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Malut, Suryanto Andili.

Suryanto mengindikasikan bahwa “Blok Medan” merujuk pada Wali Kota Medan Bobby Nasution dan membenarkan bahwa Abdul Gani serta beberapa pihak terkait pernah mengunjungi Medan.

Bobby Nasution sendiri menyatakan siap memberikan keterangan jika diminta oleh penyidik atau jaksa KPK terkait istilah “Blok Medan”.

“Saya siap memberikan keterangan jika diperlukan,” katanya singkat saat ditanya wartawan di Taman Cadika, Medan, Sumatera Utara.