beritane.com
beritane.com

Skandal Korupsi Dana BOS, SMK PGRI 2 Ponorogo Lakukan Restrukturisasi Kepemimpinan

Avatar photo
Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo Tersangka

Beritane.com – Proses penyidikan atas dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK PGRI 2 Ponorogo masih terus berlanjut.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo mengembangkan kasus ini dengan memanggil enam saksi tambahan dari pihak internal sekolah untuk dimintai keterangan ulang.

Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, Agung Riyadi, pemanggilan ini bertujuan memperkuat bukti dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Seluruh saksi adalah orang dalam. Mereka kami panggil kembali untuk menggali informasi lanjutan,” ujarnya pada Kamis (1/5).

Kasus ini menyeret Syamhudi Arifin (SA), mantan Kepala Sekolah SMK PGRI 2 Ponorogo, sebagai tersangka utama. SA telah resmi ditahan selama 20 hari hingga 17 Mei mendatang.

Namun, penyidik tidak menutup kemungkinan munculnya tersangka lain karena indikasi kuat bahwa dana tidak hanya dinikmati satu orang.

“Penyelidikan masih terus berjalan. Kami tidak ingin gegabah, tetapi juga tidak akan ragu menetapkan tersangka baru bila ditemukan bukti kuat,” tambah Agung.

Berdasarkan data awal, dugaan kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 25 miliar. Dana tersebut merupakan akumulasi dari BOS yang diterima sekolah antara tahun 2019 hingga 2024, dengan estimasi penerimaan Rp 4,5–5 miliar setiap tahunnya.

Sayangnya, dana yang seharusnya digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan diduga malah dialihkan untuk pembelian kendaraan pribadi dan bus, tanpa ada kaitan dengan kebutuhan operasional sekolah.

Agus Pariadi Ditunjuk Jadi Plt Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo

Di tengah situasi hukum yang mencoreng nama baik lembaga, SMK PGRI 2 Ponorogo bergerak cepat untuk menjaga stabilitas internal.

Dalam waktu singkat, rapat internal diadakan dan menghasilkan dua nama calon pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah: Agus Pariadi dan Deki Susanto, yang saat ini menjabat Kepala SMK PGRI Sumoroto.

Proses seleksi kemudian dibawa ke tingkat provinsi melalui YPLP PGRI Kabupaten Ponorogo. Setelah evaluasi, YPLP PGRI Jawa Timur menetapkan Agus Pariadi sebagai Plt Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo melalui surat keputusan tertanggal 28 April 2025.

Penyerahan SK dilakukan secara resmi pada Rabu, 30 April 2025, di aula sekolah. Acara ini dipimpin oleh Ketua YPLP PGRI Jawa Timur, Dr. Dra. Dwi Retnani Srinarwati, M.Si, didampingi Ketua YPLP PGRI Kabupaten Ponorogo, Ruskamto.

Agus Pariadi bukan sosok asing bagi lingkungan SMK PGRI 2 Ponorogo. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Internasional.

Dalam kapasitas tersebut, ia dikenal aktif membangun kemitraan luar negeri serta memperluas cakrawala siswa dalam bidang pendidikan global.

Dalam sambutannya sebagai pemimpin baru, Agus menekankan pentingnya stabilitas dan kelanjutan proses pendidikan.

“Kami sudah melakukan konsolidasi internal. Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal, termasuk kelulusan kelas akhir yang akan dilaksanakan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa agenda penting berikutnya adalah pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026.

“PPDB akan dijalankan secara terbuka, sesuai ketentuan, dan menjangkau semua kalangan masyarakat,” ujarnya optimistis.

Penunjukan Agus Pariadi menjadi langkah strategis untuk membangkitkan kembali semangat seluruh elemen sekolah, termasuk guru, siswa, dan orang tua.

Dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat upaya pemulihan citra lembaga pendidikan ini.

Langkah ini juga menjadi simbol bahwa meski diterpa badai, SMK PGRI 2 Ponorogo tetap berkomitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pendidikan.

Masa depan sekolah kini berada di pundak Agus Pariadi, yang diharapkan mampu memimpin dengan integritas dan visi yang kuat.

Dengan kepemimpinan baru dan proses hukum yang berjalan, publik kini menanti bagaimana SMK PGRI 2 Ponorogo akan bangkit dari krisis dan kembali menjadi salah satu institusi pendidikan kejuruan unggulan di Ponorogo dan sekitarnya.