beritane.com
beritane.com

Ini Hubungan Harvey Moeis dan Helena Lim di Kasus Korupsi Timah

Avatar photo
Harvey Moeis dan Helena Lim
Harvey Moeis dan Helena Lim

Beritane.com – Kejaksaan Agung membeberkan hubungan antara Harvey Moeis dan Helena Lim dalam kasus korupsi timah. Mobil-mobil mewah berjejer dan uang bertumpuk terlihat di halaman kantor Kejaksaan Agung RI.

Mobil-mobil dan barang berharga tersebut adalah barang bukti dari Harvey Moeis, tersangka kasus korupsi tata niaga timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk periode 2015-2022. Barang bukti diserahkan ke kejaksaan pada Senin (22/7/2024).

Selain delapan mobil mewah, barang bukti lainnya meliputi tas-tas bermerek, perhiasan, logam mulia, uang tunai, serta mata uang asing. Lahan dan bangunan juga termasuk dalam daftar.

Selain barang bukti dari Harvey Moeis, ada juga barang bukti dari Helena Lim. Jaksa menyita enam bidang tanah di Jakarta dan Kabupaten Tangerang, serta uang Rp 10 miliar dari Helena Lim.

Total sudah ada 22 tersangka yang ditetapkan oleh Kejaksaan Agung. Mereka diduga bekerja sama dalam bisnis timah ilegal yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp 300 triliun.

Berkas perkara dua tersangka, yakni Harvey Moeis dan Helena Lim, telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel). Apa hubungan antara Harvey dan Helena?

Hubungan Harvey Moeis dan Helena Lim

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Herli Siregar, menyatakan bahwa Harvey sering melakukan lobi-lobi dengan PT Timah Tbk untuk kepentingan sewa-menyewa. Keuntungan tersebut kemudian diserahkan ke perusahaan yang diwakili oleh Helena.

“Harvey Moeis sebagai perwakilan PT RBT mengikuti rapat-rapat dan melakukan lobi-lobi dengan PT Timah Tbk terkait kerja sama sewa menyewa peleburan timah untuk memfasilitasi CV VIP, PT SBS, PT SIP, dan PT TN,” ujar Herli kepada wartawan.

“Dari kerja sama tersebut, Harvey menginisiasi pengumpulan keuntungan dari CV yang kemudian diserahkan kepada PT QSE yang difasilitasi oleh Helena Lim dengan modus seolah-olah pemberian corporate social responsibility,” tambahnya.

Herli menyebutkan bahwa keuntungan tersebut kemudian dibagikan kepada tersangka lainnya.

Helena Lim sendiri adalah tersangka ke-15 dalam kasus korupsi timah. Dia adalah manajer PT QSE dan diduga kuat membantu mengelola hasil tindak pidana penyewaan peralatan peleburan timah, kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Kuntadi, 26 Maret lalu.

88 Tas Mewah

Barang bukti yang disita dari Harvey Moeis meliputi 11 rumah, delapan mobil mewah, dan 88 tas mewah. Kuasa hukum Harvey Moeis, Harris Arthur Hedar, menyatakan bahwa 88 tas mewah yang disita adalah milik istri Harvey, Sandra Dewi. Harris mengklaim bahwa tas-tas tersebut adalah hasil kerja keras Sandra Dewi.

“Itu hasil dari kerja keras Ibu Sandra Dewi yang telah diklarifikasi oleh penyidik bahwa tas-tas tersebut benar-benar didapat dari hasil endorse,” kata Harris kepada wartawan di Kejari Jakarta Selatan.

Harris menyebutkan bahwa Sandra Dewi keberatan dengan penyitaan tersebut, namun dia tetap kooperatif dan akan membuktikan di pengadilan nantinya.

“Kerja dari Ibu Sandra Dewi, tapi tetap disita. Nanti kita buktikan sama-sama di pengadilan apakah itu terlibat terkait dengan perbuatan Harvey Moeis atau tidak,” ucap Harris dikutip dari detikcom.