Beritane.com – Saka Tatal, mantan terpidana kasus pembunuhan Vina, terus berjuang untuk membuktikan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kejahatan tersebut.
Selain menempuh jalur hukum melalui Peninjauan Kembali (PK), Saka juga memilih cara alternatif lainnya untuk membuktikan ketidakbersalahannya.
Baru-baru ini, Saka Tatal menjalani ritual sumpah pocong sebagai bagian dari upayanya untuk membuktikan diri.
Ritual ini dilaksanakan di Padepokan Agung Amparan Jati yang terletak di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (9/8).
Berbagai perlengkapan ritual, seperti kain kafan yang dihiasi bunga, telah dipersiapkan untuk acara tersebut. Selain itu, asap kemenyan yang membubung di sekitar lokasi menambah suasana sakral ritual sumpah pocong.
Ritual ini dipimpin oleh Raden Gilap Sugiono, pimpinan Padepokan Agung Amparan Jati. Saka hadir di lokasi bersama keluarga dan tim kuasa hukumnya, sementara sejumlah warga tampak antusias menyaksikan jalannya ritual.
Raden Gilap Sugiono menyampaikan bahwa tujuan dari sumpah pocong ini adalah untuk mencari keadilan dan kebenaran.
Ia menjelaskan bahwa perlengkapan ritual disiapkan untuk dua pihak, yakni Saka dan Iptu Rudiana. Namun, pada kesempatan kali ini hanya Saka yang hadir.
“Kami berharap Bapak Iptu Rudiana bisa hadir. Saat ini, Saka Tatal sudah siap untuk menjalani ritual ini,” ujar Raden Gilap Sugiono.
Dalam proses ritual, Saka Tatal terlebih dahulu dimandikan sebelum dibungkus dengan kain kafan dan diletakkan dalam posisi terlentang.
Selanjutnya, ia mengucapkan kalimat sumpah mengikuti panduan dari Raden Gilap Sugiono. Saka Tatal menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam pembunuhan Vina dan Muhammad Rizky, atau Eky.
Farhat Abbas, tim kuasa hukum Saka Tatal, menyatakan bahwa ritual ini bertujuan untuk mempertegas keyakinan bahwa kliennya tidak bersalah.
“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Saka tidak berbohong. Dia berani bersumpah, dimandikan, dan dikafani sebagai bukti kejujurannya,” jelas Farhat.
Farhat menambahkan, “Hanya orang yang benar-benar jujur yang berani melakukan sumpah pocong. Jika tidak, mereka tidak akan berani melakukannya.”













