beritane.com
beritane.com

Fakta Menarik di Balik Terowongan Silaturahmi yang Dikunjungi Paus Fransiskus

Avatar photo
Terowongan Silaturahmi

Beritane.com – Momen kunjungan Paus Fransiskus ke Terowongan Silaturahmi, rupanya menyimpan fakta menarik yang belum diketahui banyak orang.

Terowongan silaturahmi merupakan sebuah terowongan yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral yang berada tepat di seberangnya.

Fakta menarik lainnya yang ada di balik terowongan silaturahmi ini adalah sebagai simbol keharmonisan antar umat beragama yang ada di Indonesia.

Pembangunan Terowongan Silaturahmi sendiri berlangsung pada pada tahun 2020 dan selesai pada tahun 2021 dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar ketika menyambut kunjungan Paus Fransiskus, Kamis (5/9/2024).

“Terowongan ini bertujuan untuk menghubungkan kedua rumah ibadah secara fungsional. Ini sebagai simbol kerukunan umat beragama di Indonesia,” katanya.

Dijelaskan Nasaruddin, di bawah terowongan terdapat dua tingkat parkir yang dapat menampung hingga seribu mobil dan dirancang untuk digunakan oleh kedua rumah ibadah tersebut.

Nasaruddin juga menjelaskan bahwa terowongan ini menampilkan pemandangan yang indah, yang melambangkan simbol silaturahmi dan kerja sama antarumat beragama.

“Terowongan ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur fisik, tetapi juga sebagai simbol silaturahmi dan kerja sama yang baik antara berbagai kelompok agama,” jelasnya.

“Kami berharap, dengan adanya terowongan ini, akan menjadi jembatan persaudaraan, tidak hanya antara Katolik dan Islam, tetapi juga antarumat beragama secara umum pada umumnya.”

Disisi lain, Paus Fransiskus, yang dikenal sebagai pendukung perdamaian dan solidaritas, menekankan pentingnya persatuan dalam pidatonya di Istana Negara, Jakarta.

“Dalam kerukunan yang terwujud di tengah perbedaan, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan bersama dari semua orang. Seluruh kelompok etnis dan agama harus bertindak dalam semangat persaudaraan,” kata Paus Fransiskus dalam bahasa Italia.

Paus juga menekankan pentingnya kesadaran dalam berpartisipasi dalam sejarah dan berbicara tentang keragaman dalam masyarakat.

“Keseimbangan yang bijaksana antara keragaman budaya yang luas dan berbagai ideologi serta cita-cita yang memperkuat persatuan harus terus-menerus dipertahankan untuk melawan ketimpangan,” tambahnya.

Menurut Paus Fransiskus, solidaritas dan kerukunan adalah fondasi untuk menciptakan perdamaian. Ia percaya bahwa saling mengasihi di antara sesama dapat menghilangkan prasangka dan meningkatkan rasa saling menghargai.

“Solidaritas dan upaya untuk mencapai perdamaian, baik dalam masyarakat maupun antarbangsa, sangat penting untuk memperkuat kerukunan dan mengatasi ketimpangan serta penderitaan,” katanya.

“Gereja Katolik berkomitmen untuk memperdalam dialog antaragama sebagai langkah untuk menghapus prasangka dan membangun suasana saling percaya,” ujar Paus.

Paus Fransiskus juga berharap bahwa komunitas dapat semakin terbuka terhadap dialog antaragama dan bahwa Indonesia dapat menjadi contoh kehidupan bersama yang damai.

“Semoga komunitas kita dapat terus terbuka terhadap dialog antarumat beragama dan menjadi simbol kehidupan bersama yang damai di Indonesia,” tutup Paus Fransiskus.