beritane.com
beritane.com

Warga Kediri Raup Rezeki Musiman dari Melimpahnya Ikan di Sungai Brantas

Avatar photo
Ikan Pladu Sungai Brantas

Beritane.com – Keberadaan Sungai Brantas kembali membawa berkah bagi warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Fenomena alam musiman yang dikenal sebagai pladu membuat banyak warga mendadak menjadi pedagang ikan dadakan di sepanjang jalan raya Kediri-Kertosono, tepatnya di Desa Putih dan Gampeng, Kecamatan Gampengrejo.

Pladu sendiri adalah momen saat air waduk dilepaskan, menyebabkan banyak ikan dari Sungai Brantas naik ke permukaan dan mudah ditangkap.

Kali ini, pengurasan air dari Waduk Wlingi dan Lodoyo di wilayah Blitar membuat arus Sungai Brantas meluap membawa serta berbagai jenis ikan yang langsung dimanfaatkan warga.

Salah satu warga, Sri Budi Aningsih, mengaku rutin mengikuti pladu setiap tahunnya bersama keluarga.

“Biasanya para pria turun langsung ke Sungai Brantas untuk menangkap ikan, sedangkan kami para perempuan yang menjualnya di pinggir jalan,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Jenis ikan yang paling laris di pasaran adalah ikan rengkik, karena rasanya gurih dan mudah diolah.

“Rengkik paling cepat habis. Kalau bader banyak durinya, jadi kurang disukai,” tambah Sri, yang merupakan warga Dusun Susuhan, Desa Gampeng.

Sri mulai berjualan sejak dini hari pukul 05.00 WIB, dan biasanya berhenti menjelang siang. Ikan hasil tangkapan dari Sungai Brantas ia jual dengan harga bervariasi: rengkik Rp 50 ribu/kg, wader Rp 20 ribu/kg, dan nila Rp 25 ribu/kg.

Kondisi tahun ini menurut Sri jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Volume ikan yang terbawa arus dari hulu Sungai Brantas lebih banyak, sehingga pendapatan pun meningkat.

Tak hanya penjual yang diuntungkan, pembeli pun antusias. Suparman, warga Kecamatan Ngasem, bahkan rela menunggu lama demi mendapatkan ikan rengkik segar.

“Ikan ini enak banget dimasak kuning. Saya nunggu yang masih ditangkap dari Sungai Brantas langsung,” katanya.

Fenomena pladu bukan hanya soal rezeki, tapi juga sudah menjadi tradisi lokal yang mengakar. Setiap tahun, warga sekitar Sungai Brantas menyambut momen ini dengan semangat, karena tahu betul bahwa arus sungai yang melimpah membawa lebih dari sekadar air – tapi juga harapan dan penghasilan tambahan bagi keluarga.