Beritane.com – Sedang heboh kasus rudapaksa dan pembunuhan terhadap dokter muda di India hingga viral di media sosial dan menuai protes skala nasional.
Dokter muda di India yang viral di media sosial karena menjadi korban rudapaksa dan pembunuhan oleh sekolompok pria di rumah sakit tempatnya bekerja.
Peristiwa tragis ini terjadi di Kolkata, kota di bagian timur India, dan telah mengguncang komunitas medis di seluruh negeri.
Menurut laporan, dokter wanita berusia 31 tahun tersebut mengalami pemerkosaan dan pembunuhan saat menjalankan tugas di rumah sakit minggu lalu.
Kasus ini memicu kemarahan luas di kalangan tenaga medis, yang kini menuntut tindakan tegas dari pemerintah.
Para dokter dan petugas medis di India telah menyerukan penutupan layanan rumah sakit secara nasional sebagai bentuk protes.
Mereka juga mengadakan aksi mogok kerja selama 24 jam, yang merupakan aksi mogok terbesar dalam lebih dari satu dekade.
Seruan ini mengikuti kemarahan yang muncul setelah berita serupa mengenai pemerkosaan dan pembunuhan seorang mahasiswa di New Delhi pada 2012, yang juga memicu protes besar-besaran di seluruh India.
Asosiasi Medis India (IMA), sebagai organisasi profesi medis terbesar di negara tersebut, menyatakan bahwa penutupan sebagian besar departemen rumah sakit, kecuali layanan penting, akan diterapkan mulai Sabtu pagi.
“Dokter, terutama wanita, rentan terhadap kekerasan karena sifat pekerjaan mereka. Pemerintah harus memastikan keselamatan dokter di rumah sakit dan kampus,” ungkap IMA dalam sebuah pernyataan.
Partai politik, termasuk Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi dan merupakan oposisi di Benggala Barat, juga mengumumkan rencana untuk mengadakan protes di Kolkata.
Sejumlah selebritas Bollywood dan politisi juga menyuarakan keterkejutan mereka atas kasus ini dan mendesak agar pelaku kejahatan terhadap perempuan dihukum lebih berat.
Seorang sukarelawan polisi bernama Sanjay Roy, berusia 33 tahun, telah ditangkap dan didakwa sebagai pelaku utama dalam kasus ini.
Roy bergabung dengan Kelompok Penanggulangan Bencana Kepolisian Kolkata sebagai sukarelawan sipil pada 2019 dan ditempatkan di Rumah Sakit RG Kar.
Investigasi menunjukkan bahwa Roy memiliki catatan buruk, termasuk tuduhan pemerasan, intimidasi, dan kekerasan terhadap perempuan.
Dilaporkan oleh The Times of India, Roy pernah terlibat dalam beberapa kasus kekerasan, termasuk menyerang istrinya yang sedang hamil pada tahun 2022.
Korban juga mengungkapkan bahwa Roy telah melecehkannya melalui telepon selama tiga bulan terakhir, dan ia pertama kali mendekatinya di rumah sakit dengan alasan membeli obat.
Pihak berwenang terus menyelidiki kasus ini untuk mengungkap lebih lanjut mengenai keterlibatan Roy dan mencari keadilan bagi korban.
Sementara itu, reformasi besar dalam sistem peradilan pidana, termasuk hukuman yang lebih berat, telah dilakukan setelah kasus pemerkosaan beramai-ramai di New Delhi pada 2012, namun banyak aktivis yang merasa perubahan tersebut belum cukup efektif.













