beritane.com
beritane.com

India Tutup Wilayah Udara untuk Pesawat Pakistan

Avatar photo
India Tutup Wilayah Udara

Beritane.com – Pemerintah India secara resmi memberlakukan penutupan wilayah udaranya terhadap seluruh penerbangan dari Pakistan mulai Rabu (30/4).

Langkah ini merupakan respons terhadap keputusan Islamabad sebelumnya yang lebih dulu memberlakukan larangan serupa terhadap pesawat India.

Situasi ini memperlihatkan semakin memburuknya hubungan diplomatik antara dua negara bersenjata nuklir tersebut, setelah serangan berdarah pada 22 April yang menewaskan 26 wisatawan di wilayah Kashmir yang disengketakan.

New Delhi menuding Islamabad berada di balik serangan paling mematikan terhadap warga sipil dalam beberapa tahun terakhir di kawasan tersebut.

Namun, Pakistan membantah tuduhan itu secara tegas. Sejak insiden tersebut, hubungan kedua negara terus menegang, ditandai dengan baku tembak di perbatasan Kashmir, pengusiran diplomat, serta kebijakan penutupan akses lintas batas.

Dalam laporan kantor berita AFP yang diterbitkan Kamis (1/5/2025), Pakistan sudah lebih dulu mengambil tindakan dengan menutup akses udaranya untuk pesawat India pada 24 April.

Kini, India tutup wilayah udara sebagai balasan, mulai diberlakukan pada Rabu malam waktu setempat. Pemerintah India menyatakan bahwa larangan ini akan berlangsung hingga 23 Mei mendatang.

Pemerintah India juga telah mengeluarkan pemberitahuan resmi kepada maskapai dan operator penerbangan.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa India tutup wilayah udara untuk semua pesawat yang terdaftar di Pakistan, termasuk penerbangan komersial maupun militer, serta pesawat yang disewa.

Di sisi lain, Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, pada hari yang sama menyampaikan bahwa mereka menerima laporan intelijen yang menunjukkan kemungkinan adanya serangan militer dari India dalam waktu 24 hingga 36 jam. Menurutnya, informasi itu diperoleh dari sumber intelijen yang dianggap memiliki kredibilitas tinggi.

Tarar menuduh bahwa India akan menggunakan serangan terhadap warga sipil di Pahalgam, Kashmir, sebagai pembenaran untuk melakukan aksi militer tambahan terhadap Pakistan.

“Kami memiliki bukti dari intelijen terpercaya bahwa India sedang merencanakan aksi militer dalam waktu dekat, menggunakan tuduhan palsu atas insiden di Pahalgam sebagai dalih,” tulisnya di platform media sosial X.

Pernyataan itu muncul tidak lama setelah laporan bahwa Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada Selasa (29/4), telah memberikan mandat penuh kepada militer India untuk membalas serangan tersebut.

Modi dikabarkan memberi kebebasan kepada militer untuk menentukan waktu dan bentuk respons yang dianggap paling efektif.

Dengan India tutup wilayah udara secara resmi dan ketegangan terus meningkat, situasi di Asia Selatan memasuki fase kritis.

Banyak pihak internasional menyerukan agar kedua negara menahan diri dan segera membuka jalur diplomatik untuk menghindari eskalasi konflik lebih lanjut.

Langkah India tutup wilayah udara juga dinilai sebagai sinyal bahwa situasi bisa berkembang ke arah konfrontasi militer terbuka jika tidak segera diredakan.