Beritane.com – Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Kabupaten Kampar telah menandatangani kesepakatan untuk meluncurkan trayek baru Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang menghubungkan Pekanbaru dengan Kampar.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini berlangsung di Kantor Bupati Kampar pada Rabu (4/9/2024).
Sarwono, Kepala UPT Bus TMP Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, menjelaskan bahwa kerjasama ini bertujuan untuk memperluas layanan Bus Trans Metro Pekanbaru.
“Trayek baru ini akan melayani rute dari Pekanbaru ke Kampar, dengan rencana awal hingga Danau Bingkuang di Kecamatan Tambang,” ujar Sarwono.
Rute awal yang disepakati meliputi perjalanan dari UIN Suska Pekanbaru hingga Danau Bingkuang. Saat ini, proses perencanaan dan penganggaran untuk trayek ini masih berlangsung.
Sarwono menambahkan bahwa dalam kerjasama ini, kedua pemerintah daerah memiliki tanggung jawab yang sama.
“Pemko Pekanbaru akan menyediakan kendaraan, sementara Pemkab Kampar akan menanggung biaya operasional seperti pembangunan halte,” jelasnya.
Saat ini, Pemko Pekanbaru dan Pemkab Kampar tengah menghitung biaya operasional kendaraan (BOK) dan menentukan jumlah unit bus yang diperlukan.
“Untuk rute menuju Danau Bingkuang, kami merencanakan menyiapkan dua hingga empat unit bus. Perhitungan BOK masih dilakukan,” ungkap Sarwono.
Rencana ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan transportasi warga di perbatasan Pekanbaru dan Kampar, yang sering kali tidak jelas secara teritorial.
“Banyak warga Pekanbaru yang tinggal di perbatasan Kampar, dan sebaliknya, banyak warga Kampar yang bekerja atau bersekolah di Pekanbaru. Ini adalah alasan utama mengapa layanan ini penting,” kata Sarwono.
Penandatanganan kesepakatan ini merupakan bagian dari inisiatif kerja sama Pekan Sekawan, yang melibatkan Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan.
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Indra Pomi, menyoroti pentingnya integrasi transportasi dalam kerja sama ini.
“Transmetro akan diperluas ke wilayah Kampar, termasuk Pandau dan Danau. Pemkab Kampar akan memberikan insentif untuk mendukung layanan ini,” jelas Indra.
Indra juga mengungkapkan adanya MoU terkait pengelolaan sampah antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kampar dan DLHK Kota Pekanbaru.
“Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen sampah dan kebersihan lingkungan di kedua daerah,” tambahnya.
Selain itu, Indra menekankan pentingnya memperluas kerja sama ke bidang pendidikan dan kesehatan.
“Kami berharap kerja sama ini dapat meluas ke sektor pendidikan dan kesehatan, mengingat banyak anak-anak Kampar yang bersekolah di Pekanbaru dan masyarakat Kampar yang memerlukan layanan kesehatan di Pekanbaru,” katanya.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan interkoneksi antara Kota Pekanbaru dan wilayah Pekan Sekawan dapat semakin baik dan bermanfaat.
Indra juga berharap pemerintah provinsi dapat memprakarsai kerja sama yang lebih luas antar kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
“Kerja sama perbatasan harus terus diperkuat karena batas wilayah saat ini hampir tidak terlihat karena kepadatan penduduk,” pungkasnya.













