Beritane.com – Alice Guo, mantan Walikota Bamban, Filipina, yang menjadi buronan internasional, berhasil ditangkap di Tangerang, Banten, Indonesia.
Penangkapan ini diumumkan oleh Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Krishna Murti pada Rabu, 4 September 2024.
“Penangkapan ini merupakan hasil kerjasama antara Polda Metro Jaya dan Polresta Bandung,” ujar Krishna dalam keterangannya kepada media di Jakarta.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses pengejaran Alice Guo adalah bagian dari kolaborasi antara pihak berwenang Indonesia dan Filipina.
Latar Belakang Alice Guo
Alice Guo adalah seorang pengusaha dan politikus Filipina yang menjabat sebagai Walikota Bamban dari 30 Juni 2022 hingga 13 Agustus 2024.
Pada bulan Juni 2024, ia diskors selama enam bulan oleh Ombudsman Filipina setelah Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah (DILG) mengajukan tuntutan korupsi terhadapnya. Guo kemudian dipecat dari jabatannya pada 13 Agustus 2024.
Meskipun ada ketidakpastian mengenai detail kehidupan awal dan latar belakang pendidikannya, Guo menyatakan bahwa ia lahir di rumah yang tidak dapat ia ingat dengan jelas atau, menurut akta kelahirannya, di barangay Matatalaib.
Tuduhan Mata-Mata dan Aktivitas Ilegal
Alice Guo telah diselidiki oleh otoritas Filipina karena dugaan keterlibatannya dalam aktivitas spionase untuk China.
Kecurigaan ini muncul setelah ia gagal memberikan rincian yang memadai mengenai latar belakangnya selama sidang Senat, yang memicu spekulasi mengenai kewarganegaraannya dan hubungannya dengan operator kasino daring Filipina.
Penyelidikan terbaru mengungkapkan bahwa kasino daring di Bamban, yang dikenal sebagai POGO (Philippine Offshore Gaming Operator), digunakan sebagai kedok untuk pusat penipuan.
POGO adalah perusahaan perjudian daring yang melayani klien asing, terutama dari China, dan beroperasi di luar hukum.
Kasino ini berkembang pesat selama pemerintahan Rodrigo Duterte, yang dikenal dengan hubungan dekatnya dengan China.
Namun, Presiden Ferdinand Marcos Jr. yang kini memerintah, telah berupaya untuk menindak kejahatan terkait POGO sejak menjabat pada tahun 2022.
Senator Risa Hontiveros mempertanyakan apakah Guo, bersama individu lain dengan latar belakang misterius, merupakan “aset” yang dimasukkan oleh China untuk mempengaruhi politik Filipina dalam konferensi pers pada 8 Mei 2024.
Aset dan Kekayaan Guo
Guo diketahui memiliki setengah dari tanah tempat POGO beroperasi, yang terletak tepat di belakang kantornya.
Meskipun ia mengklaim telah menjual properti tersebut sebelum mencalonkan diri sebagai walikota dua tahun lalu, video yang menunjukkan kompleks seluas hampir delapan hektare tersebut memperlihatkan adanya toko kelontong, gudang, kolam renang, dan gudang anggur di dalamnya.
Selain itu, Guo juga memiliki sebuah helikopter dan sebuah Ford Expedition yang terdaftar atas namanya. Namun, menurut klaimnya, kedua aset tersebut juga telah lama dijual.
Kasus ini terus menarik perhatian publik dan menggarisbawahi masalah yang melibatkan korupsi dan kejahatan terorganisir di Filipina.













