beritane.com
beritane.com

Remaja Terlibat Balap Liar Ikuti Program Bela Negara di Rindam XII/Tanjungpura

Avatar photo
Remaja Terlibat Balap Liar Ikuti Program Bela Negara Singkawang

Singkawang – Pemerintah Kota Singkawang mengambil langkah tegas namun edukatif terhadap para pelaku balap liar yang sempat meresahkan warga.

Dalam upaya pembinaan, mereka akan diikutsertakan dalam program bela negara yang digelar di Rindam XII/Tanjungpura.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyebutkan bahwa program ini dirancang bukan sebagai bentuk hukuman, melainkan sebagai sarana pembentukan karakter.

“Mereka akan kami data dan kirim ke Rindam untuk mengikuti pembekalan. Ini bukan latihan militer, tapi pendidikan nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab,” ujarnya.

Para remaja pelaku balap liar akan menjalani masa pembinaan di camp Rindam selama beberapa waktu. Program ini melibatkan kolaborasi antara TNI, Polres, dan Pemkot Singkawang.

Dalam program tersebut, mereka akan belajar hidup teratur, bangun pagi, menjaga kebersihan, dan menjalani rutinitas positif yang diharapkan dapat mengubah pola pikir mereka.

Tjhai juga menjelaskan bahwa pendekatan terhadap para peserta akan disesuaikan dengan status mereka, baik yang masih bersekolah maupun yang sudah tidak lagi menempuh pendidikan formal.

“Mereka akan belajar arti kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Dukungan penuh juga datang dari Komandan Rindam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Aliyatin Mahmudi. Ia mengungkapkan bahwa pelaku balap liar umumnya masih dalam masa pencarian jati diri.

“Kami percaya mereka bisa diarahkan ke jalan yang benar. Kami akan membantu membentuk karakter mereka agar lebih bertanggung jawab, menghargai diri sendiri, serta mencintai lingkungan dan kota mereka,” ucapnya.

Dengan pendekatan yang lebih humanis ini, para pelaku balap liar diharapkan bisa berubah menjadi agen positif di tengah masyarakat, bukan lagi menjadi sumber keresahan.

Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan kenakalan remaja dapat dilakukan dengan pendekatan pembinaan, bukan sekadar hukuman.