Ratu Dewa Mundur dari Sekda Palembang untuk Bertarung di Pilkada 2024

Ratu Dewa Mundur dari Sekda Palembang

Beritane.com – Ratu Dewa, yang selama ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, resmi mengundurkan diri dari posisinya.

Keputusan ini diambil untuk mempersiapkan diri sebagai calon wali kota Palembang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, sekaligus menandai pensiun dini dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam sebuah apel perpisahan yang diadakan di Benteng Kuto Besak, Ratu Dewa menyampaikan salam perpisahan kepada ribuan pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

“Saya ingin mengucapkan selamat tinggal sebagai PNS dan mempersiapkan diri untuk berkompetisi di Pilkada mendatang. Saya mohon maaf jika selama menjabat saya pernah menyinggung atau membuat marah,” ungkap Dewa, seperti dikutip pada, Selasa (30/7/2024).

Dewa menegaskan komitmennya untuk maju dalam kontestasi politik, dengan tekad untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dan rekan-rekannya di ASN.

“Selama 31 tahun sebagai ASN, saya mengalami banyak tantangan dan suka duka dalam menjalankan tugas. Dulu, saya pernah berada di posisi yang sama seperti bapak dan ibu. Saya pernah bekerja di lapangan, menghadapi kemarahan atasan, bahkan mengalami pemecatan dan non-job,” kenangnya.

Sebelumnya, Ratu Dewa menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang, menggantikan Harnojoyo yang telah menyelesaikan masa baktinya.

Setelah pengunduran dirinya sebagai Pj, ia sempat digantikan oleh Abdulrauf Damenta sebelum akhirnya kembali ke posisi Sekda dan kini memutuskan untuk pensiun dini.

“Komunikasi politik dengan berbagai partai terus berlangsung,” jelas Ratu Dewa. Meskipun belum secara resmi menyebutkan partai yang akan mendukungnya, ia mengisyaratkan bahwa PDI-Perjuangan adalah salah satu partai yang sedang didekati. “Ya, tetapi semua partai juga saya dekati,” tambahnya.

Terkait calon wakil wali kota yang akan mendampinginya, beberapa nama, termasuk Rasyid Rajasa, putra politikus PAN Hatta Rajasa, serta Nandriani, istri seorang pengusaha di Palembang, disebut sebagai kandidat potensial.

“Semua nama tersebut masih mungkin, politik memang penuh dengan kemungkinan,” ujar Ratu Dewa dengan penuh keyakinan.

Langkah Ratu Dewa ini menandai babak baru dalam perjalanan politiknya dan menambah dinamika dalam Pilkada Kota Palembang 2024.

Dukungan dan respons dari berbagai kalangan akan menjadi faktor penting dalam pencalonannya menuju kursi wali kota.

Ratu Dewa, Sekda Palembang yang Kini Maju di Pilkada 2024

Nama Ratu Dewa akhir-akhir ini semakin sering terdengar di kalangan masyarakat Palembang. Bukan tanpa alasan, sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang ini kini mantap melangkah ke dunia politik dengan maju sebagai bakal calon Wali Kota Palembang pada Pilkada 2024.

Lahir di Desa Rantau Sialang, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Ratu Dewa telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 31 tahun.

Sebelum menjabat sebagai Sekda, ia telah menempati berbagai posisi penting di pemerintahan Kota Palembang.

Pengalamannya yang panjang di birokrasi menjadikannya figur yang cukup dikenal dan dipercaya masyarakat.

Dalam keterangan persnya, Ratu Dewa mengungkapkan alasan dirinya terjun ke dunia politik. Ia menyatakan ingin membawa perubahan positif bagi Kota Palembang dan lebih dekat dengan masyarakat.

Dengan pengalamannya sebagai birokrat, ia optimis dapat mengelola pemerintahan dengan lebih baik dan mewujudkan berbagai program pembangunan yang berpihak pada masyarakat.

Keputusan Ratu Dewa untuk maju di Pilkada disambut dengan beragam reaksi. Ada yang mendukung penuh langkahnya, namun tidak sedikit pula yang meragukan kemampuannya dalam dunia politik.

Terlepas dari dukungan dan tantangan yang ada, Ratu Dewa tetap optimis dan siap menghadapi kontestasi politik yang semakin ketat.

Masyarakat Palembang tentu memiliki harapan besar terhadap sosok Ratu Dewa. Mereka berharap agar pemimpin baru Kota Palembang dapat membawa perubahan yang lebih baik, terutama dalam bidang ekonomi, infrastruktur, dan pelayanan publik.

Sumber: Visi News

Exit mobile version