beritane.com
beritane.com

Profil Yudian Wahyudi, Kepala BPIP Tersandung Polemik Paskibraka Lepas Jilbab

Avatar photo
Profil Yudian Wahyudi

Beritane.com Belakangan ini banyak yang mencari profil Yudian Wahyudi, Kepala BPIP yang tersandung polemik anggota Paskibraka lepas hijab.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, menjadi sorotan publik lantaran mengeluarkan kebijakan yang kontroversial.

Kepala BPIP itu mengeluarkan kebijakan yang melarang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perempuan yang beragama Islam untuk melepas jilbab selama upacara kemerdekaan HUT RI.

Larangan ini diatur dalam Surat Edaran Deputi Pendidikan dan Pelatihan Nomor 1 Tahun 2024 yang dikeluarkan BPIP, yang tidak mencantumkan opsi jilbab dalam seragam Paskibraka.

Yudian Wahyudi yang mendapat sorotan publik langsung menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk menegakkan nilai keseragaman dalam pelaksanaan pengibaran bendera.

Menurut Yudian, penyeragaman pakaian Paskibraka bertujuan untuk menegaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika, sebagaimana diharapkan oleh Presiden Soekarno.

Ia mengklaim bahwa anggota Paskibraka yang melepas jilbab melakukannya secara sukarela, berdasarkan surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai Rp 10 ribu, yang menunjukkan kesediaan mereka mematuhi peraturan.

“Pelepasan jilbab hanya berlaku saat pengukuhan dan pengibaran Sang Merah Putih pada upacara kenegaraan,” ujar Yudian dalam keterangan pers yang dilansir dari Antara.

Yudian menegaskan bahwa BPIP berpegang pada konstitusi dan menghormati tradisi kenegaraan yang telah ada sejak lama, termasuk pelaksanaan upacara HUT RI yang dirancang sejak era Presiden Soekarno.

Untuk menjaga tradisi tersebut, BPIP mengeluarkan Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022, yang mengatur tata pakaian dan sikap tampang dalam Program Paskibraka.

Profil Yudian Wahyudi

Sebelum menjabat sebagai Kepala BPIP, Yudian Wahyudi dikenal sebagai tokoh pendidikan. Lahir di Balikpapan pada 17 April 1960, ia adalah mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Yudian memulai pendidikan tinggi di Pondok Pesantren Tremas, Pacitan pada 1978, kemudian melanjutkan ke Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta, dan lulus pada 1979.

Ia meraih gelar sarjana di UIN Sunan Kalijaga dengan jurusan Peradilan Agama pada 1987, melanjutkan studi magisternya di bidang Islamic Studies di tempat yang sama, dan menyelesaikan pendidikan pada 1993.

Pada 2002, Yudian meraih gelar doktor di McGill University dalam bidang yang sama.

Saat menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian juga pernah membuat kebijakan melarang penggunaan cadar di kampus, yang memicu pro-kontra di kalangan mahasiswa dan masyarakat.

Kebijakan tersebut, yang tertuang dalam Surat Keputusan B-1031/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 tertanggal 20 Februari 2018, dicabut kurang dari sebulan setelah diterbitkan.

Yudian menjelaskan bahwa pelarangan cadar tersebut bertujuan untuk menjaga ideologi kampus dan mempermudah kegiatan belajar mengajar, serta mengatasi kekhawatiran mengenai penggunaan joki ujian.