Beritane.com – Pada Selasa, 3 September 2024, Amerika Serikat secara tiba-tiba sita pesawat yang biasa digunakan oleh Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dalam perjalanannya ke Republik Dominika.
Jaksa Agung AS, Merrick Garland, mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman telah menyita pesawat jenis Dassault Falcon 900EX yang diduga dibeli secara ilegal seharga 13 juta dolar AS dan diekspor ke Venezuela melalui Karibia pada April 2023.
Menurut Garland, pesawat tersebut, yang digunakan secara hampir eksklusif untuk perjalanan internasional Maduro, terbang dari dan ke pangkalan militer di Venezuela.
“Pesawat itu, Dassault Falcon 900EX, dibeli dari sebuah perusahaan di Florida,” ujar Garland, seperti dilaporkan CNN.
Presiden Dominika Luis Abinader menyatakan bahwa pesawat yang kini berada di Florida tidak terdaftar atas nama pemerintah Venezuela, melainkan atas nama individu.
Menteri Luar Negeri Dominika, Roberto Álvarez, menambahkan bahwa pada Mei, AS telah meminta agar pesawat tersebut dilumpuhkan saat mendarat di Republik Dominika.
“Permintaan AS bertujuan untuk mencari bukti dan barang-barang terkait dengan aktivitas penipuan, penyelundupan barang, dan pencucian uang,” jelas Álvarez, sebagaimana dilaporkan CNN.
Pemerintah Venezuela mengecam tindakan ini, menyebutnya sebagai pembajakan, dan menuduh Washington meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Maduro setelah pemilihan presiden yang diperdebatkan bulan lalu.
“Sekali lagi, otoritas AS, melalui tindakan kriminal berulang yang hanya bisa disebut pembajakan, telah secara ilegal menyita pesawat yang digunakan oleh presiden Republik,” ungkap pernyataan resmi Venezuela.
Selama bertahun-tahun, pejabat AS telah berupaya menghambat aliran miliaran dolar menuju rezim Maduro. Homeland Security Investigations telah menyita puluhan kendaraan mewah dan aset lainnya yang ditujukan untuk Venezuela.
Baru-baru ini, AS menekan pemerintah Venezuela untuk merilis data spesifik mengenai pemilihan presidennya, menyoroti kekhawatiran mengenai kredibilitas klaim kemenangan Maduro.
Oposisi Venezuela telah menerbitkan lebih dari 80 persen hasil penghitungan yang diambil dari mesin pemungutan suara di seluruh negeri, menunjukkan bahwa kandidat oposisi, Edmundo Gonzalez Urrutia, sebenarnya memenangkan pemilihan.
Awal tahun ini, AS juga mengembalikan sanksi terhadap sektor minyak dan gas Venezuela sebagai respons terhadap kegagalan pemerintah Maduro dalam menyelenggarakan pemilihan yang inklusif dan kompetitif.
Setelah pemilihan ulang Maduro yang kontroversial pada 28 Juli, Venezuela memutuskan untuk menangguhkan penerbangan komersial ke dan dari Republik Dominika.









