Beritane.com – Seorang penggiat lingkungan hidup serukan pentingnya Dumai memiliki kelompok peduli mangrove untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan.
Dengan meningkatnya upaya penanaman mangrove di sepanjang pesisir pantai, terutama di Dumai, untuk mengurangi dampak kerusakan akibat abrasi, diperlukan penanganan khusus.
Menurut Darwis Muhammad Saleh, Penggiat Lingkungan Hidup Riau, Kota Dumai perlu memiliki kelompok peduli mangrove untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan inisiatif ini.
Darwis Muhammad Saleh menyampaikan hal tersebut di Pantai Taisan Purnama, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, pada hari Senin kemarin.
“Dumai sudah saatnya memiliki kelompok peduli mangrove. Kelompok ini penting untuk menjaga dan merawat kegiatan penanaman mangrove di daerah ini,” ujar Darwis.
Menurut Darwis, yang juga mengelola Bandar Hutan Bakau Dumai, pembentukan kelompok ini akan memastikan bahwa program penanaman mangrove dapat terlaksana dengan lebih efektif dan hasilnya dapat terawat dengan baik.
Dengan adanya kelompok peduli mangrove, proses pemeliharaan dan pertumbuhan mangrove yang telah ditanam dapat lebih terjamin.
“Setiap kegiatan penanaman mangrove harus disertai dengan upaya pemeliharaan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Kelompok peduli mangrove memiliki peran penting dalam memastikan bahwa usaha tersebut tidak sia-sia,” tambah Darwis.
Darwis juga menekankan pentingnya perhatian serius terhadap abrasi yang mengancam pesisir pantai di Dumai. Jika tidak ditangani dengan baik, abrasi bisa terus merusak kawasan pesisir, yang dapat mengancam ekosistem dan kehidupan di wilayah tersebut.













