beritane.com
beritane.com

Kuasa Hukum Keluarga Aulia Risma Lestari Ungkap Aliran Dana Rp 225 Juta

Avatar photo
Kuasa Hukum Keluarga Aulia Risma Lestari Ungkap Aliran Dana Rp 225 Juta

Beritane – Misyal Achmad, kuasa hukum keluarga dokter Aulia Risma Lestari, mengungkapkan bahwa ada aliran dana sebesar Rp 225 juta dari rekening Aulia ke beberapa pihak.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh aparat kepolisian.

“Ya, penyelidikan masih berlanjut melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh ibu Aulia Risma Lestari di Polda Jateng,” ujar Misyal saat dihubungi pada Jumat (13/9).

Misyal tidak ingin mengungkap identitas penerima dana tersebut, karena khawatir hal itu dapat mempengaruhi jalannya penyelidikan yang sedang berlangsung.

“Jika kami menyebutkan identitas penerima dana, hal itu bisa memengaruhi proses penetapan tersangka. Ibu korban sedang memberikan keterangan kepada penyidik mengenai aliran uang dari rekening tersebut,” tambah Misyal.

Selain itu, Misyal juga menolak rencana pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terhadap keluarga dokter Aulia.

Ia menganggap bahwa pemeriksaan oleh Kemendikbudristek bisa menimbulkan perbedaan hasil dengan penyelidikan yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Klien saya merasa tidak perlu pemeriksaan tambahan dari Kemendikbudristek karena proses penyelidikan oleh Polda sudah berjalan,” kata Misyal.

Aulia Risma Lestari, seorang dokter di RSUD Kardinah Tegal dan mahasiswa Program Studi Anestesi di Universitas Diponegoro (Undip), ditemukan meninggal pada Senin (12/8) di kamar kosnya.

Setelah kejadian tersebut, Kementerian Kesehatan menghentikan program pendidikan spesialis anestesi di RSUP Dr. Kariadi Semarang, tempat Aulia menjalani pendidikan, karena adanya dugaan perundungan.

Namun, pihak Undip telah membantah tuduhan adanya perundungan yang dialami oleh Aulia.

Keluarga Aulia, termasuk ibunda Nuzmatun Malinah, adik kandung Nadia, dan kuasa hukum mereka, Misyal, telah melaporkan sejumlah senior Aulia ke Polda Jawa Tengah pada Rabu (4/9).

Mereka melaporkan kasus pemerasan, pengancaman, dan intimidasi terhadap Aulia, dengan disertai bukti berupa chat dan dokumen rekening korban.