Beritane.com – Aktivitas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah kembali berjalan normal setelah sempat terganggu akibat pemadaman listrik Bali yang terjadi secara mendadak pada Jumat sore.
Sistem layanan, termasuk check-in, sempat lumpuh karena perangkat komputer harus dinyalakan ulang pasca-mati listrik.
Meski mengalami gangguan sementara, operasional penerbangan baik keberangkatan maupun kedatangan sudah kembali stabil. Seluruh fasilitas di bandara kini berfungsi normal berkat kerja cepat tim teknis.
Kepala Komunikasi dan Hukum Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, menyatakan bahwa dampak pemadaman listrik Bali di kawasan bandara relatif kecil karena sistem genset langsung menyala dalam hitungan detik.
Dengan demikian, gangguan tidak berlangsung lama dan tidak berdampak signifikan pada jadwal penerbangan.
Diketahui, insiden pemadaman listrik Bali yang meluas terjadi pada Jumat, 2 Mei 2025 sekitar pukul 16.00 WITA. Pemadaman disebabkan oleh gangguan teknis pada kabel bawah laut penghubung sistem kelistrikan antara Pulau Jawa dan Bali.
PT PLN (Persero) bergerak cepat memulihkan pasokan listrik ke seluruh wilayah terdampak. Kurang dari 12 jam kemudian, tepatnya pada Sabtu, 3 Mei 2025 pukul 03.30 WITA, listrik di Bali telah pulih sepenuhnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, langsung memimpin penanganan di lapangan bersama ratusan personel yang disiagakan selama proses pemulihan.
“Kami tetap menyiagakan tim teknis di titik-titik strategis untuk memastikan sistem stabil, terutama di fasilitas penting seperti rumah sakit, pelabuhan, dan bandara,” ujar Darmawan dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu pagi.
Seiring pemulihan sistem, pemerintah pusat turut memberikan perhatian serius terhadap kejadian pemadaman listrik Bali.
Melalui juru bicara Presiden Prabowo Subianto, Prasetyo Hadi, pemerintah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan tersebut.
Menurut Prasetyo, Presiden langsung menghubungi pimpinan PLN untuk memastikan proses penanganan dilaksanakan secara cepat dan terkoordinasi.
Ia menegaskan bahwa pemadaman listrik Bali tidak hanya berdampak pada sektor transportasi udara, tetapi juga mengganggu aktivitas di berbagai daerah seperti Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Gangguan juga sempat dirasakan oleh rumah sakit serta pusat-pusat keramaian lainnya, namun seluruh layanan kini telah berangsur pulih. Pemerintah bekerja sama dengan PLN untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
“Kami mengapresiasi profesionalisme tim PLN yang telah bekerja keras memastikan pemadaman listrik Bali ini tidak berlangsung lama. Stabilitas dan keselamatan sistem menjadi prioritas utama kami,” kata Prasetyo.
Kabel laut yang menjadi sumber masalah merupakan komponen penting dalam jaringan kelistrikan Jawa-Bali. Gangguan tersebut menyebabkan pembangkit-pembangkit di sistem Bali trip secara bersamaan, sehingga memicu pemadaman total.
Saat ini, PLN tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk menemukan penyebab utama dan menyiapkan langkah teknis agar keandalan sistem bisa lebih terjaga di masa mendatang.
Pemerintah menegaskan komitmen penuh dalam menjaga keandalan sistem tenaga nasional, khususnya di wilayah destinasi wisata utama seperti Bali, demi menjamin kenyamanan warga dan wisatawan.









