beritane.com
beritane.com

Tingginya Angka Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Lebak Jadi Sorotan

Avatar photo
Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Lebak

Beritane.com – Sebanyak 22.563 anak di Kabupaten Lebak tercatat sebagai anak tidak sekolah (ATS), menurut data terbaru dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek.

Data tersebut menunjukkan bahwa total anak putus sekolah di daerah ini meliputi 8.462 anak tidak sekolah secara tiba-tiba dan 14.101 anak yang tidak melanjutkan pendidikan setelah lulus.

Rinciannya adalah sebagai berikut: untuk tingkat SD, terdapat 1.677 anak yang putus sekolah, 4.079 anak di tingkat SMP, dan 2.706 anak di tingkat SMA.

Sedangkan anak yang tidak melanjutkan pendidikan setelah lulus terdiri dari 4.418 anak dari tingkat SD dan 9.683 anak dari tingkat SMP.

Hal ini menjadikan Kabupaten Lebak sebagai daerah dengan jumlah anak putus sekolah tertinggi kedua di Banten setelah Kabupaten Tangerang.

Angka yang tinggi ini menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Lebak. Ketua PW PII Banten, Ichsanuddin, menilai bahwa sistem perlindungan hak pendidikan anak di Banten, termasuk di Kabupaten Lebak, masih sangat lemah.

Ia menekankan bahwa pendidikan seharusnya merupakan hak yang dapat diakses oleh semua anak tanpa kecuali.

“Pendidikan seharusnya bukan menjadi barang mewah. Semua anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujar Ichsanuddin pada Jumat (26/7/2024).

Tingginya Angka Anak Tidak Sekolah

Ia berharap pemerintah lebih serius dalam menangani isu ini dan memastikan pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak di Provinsi Banten, khususnya di Kabupaten Lebak.

Ichsanuddin meminta adanya kolaborasi dari berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah anak putus sekolah ini.

Di sisi lain, Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan menyatakan komitmennya untuk menangani masalah ini melalui berbagai program.

Ia menegaskan bahwa semua anak yang putus sekolah akan diberikan akses untuk melanjutkan pendidikan mereka.

“Kami melalui program-program pemerintah dan Dinas Pendidikan terus melakukan sosialisasi serta memberikan bantuan kepada anak-anak yang putus sekolah,” ujar Iwan.

Iwan juga menanggapi viralnya kasus anak tidak sekolah di Lebak sebagai fokus penanganan dan akan segera diberikan bantuan agar mereka bisa melanjutkan pendidikan mereka.

“Kami akan segera mengintervensi masalah ini dengan bantuan dari Sekda dan Dinas Pendidikan. Banyak anak yang putus sekolah menjadi perhatian serius kami,” jelasnya dikutip dari Okezone.