beritane.com
beritane.com

Siapa Kiromal Katibin? Atlet Panjat Tebing yang Kalahkan Veddriq Leonardo dan Memenangkan Emas PON

Avatar photo
Kiromal Katibin

Beritane – Di dunia panjat tebing yang telah mencapai level internasional, medali emas PON seolah menjadi pencapaian yang sudah diprediksi bagi atlet seperti Kiromal Katibin.

Namun, kemenangan ini terasa sangat istimewa bagi Kiromal karena ia berhasil mengalahkan lawan tangguh sekaligus rekannya di pelatnas, Veddriq Leonardo, yang juga peraih medali emas Olimpiade Paris 2024.

Keberhasilan ini memberi Kiromal dorongan tambahan untuk mengejar impian besar di Olimpiade Los Angeles 2028.

Pada sore hari Rabu, 11 September 2024, di kompleks Stadion Harapan Bangsa, Aceh, Kiromal Katibin tampak tak berhenti tersenyum saat meraih medali emas di nomor speed perorangan putra pada PON Aceh-Sumut 2024.

Atlet yang berasal dari Jawa Tengah ini merebut medali emas setelah mengalahkan Veddriq Leonardo, yang merupakan atlet panjat tebing berprestasi dari Kalimantan Barat.

“Medali ini sangat berarti bagi saya. Saya berhasil mengubah perak dari PON Papua 2021 menjadi emas di sini. Ini menambah motivasi saya untuk meraih kesuksesan di Olimpiade Los Angeles 2028,” ujar Kiromal.

Dalam perjalanan menuju medali emas, Kiromal berhasil menyingkirkan Veddriq Leonardo pada babak perempat final.

Kiromal mencatatkan waktu finis lebih cepat dengan 4,82 detik, sementara Veddriq terjatuh pada lompatan terakhir dan tidak meraih medali dalam nomor perorangan ini.

Pertarungan antara Kiromal dan Veddriq merupakan duel level dunia di antara dua atlet papan atas Indonesia. Kedua atlet ini sering bergantian memecahkan rekor dunia sebagai pemanjat tercepat, mendominasi rekor dunia selama dua tahun sejak 2021.

Kiromal memecahkan rekor dunia pertama kali dengan waktu 5,25 detik di Piala Dunia Panjat Tebing di Salt Lake City, Amerika Serikat.

Meskipun demikian, Kiromal Katibin gagal lolos ke Olimpiade Paris setelah gagal dalam kualifikasi di Jakarta serta seri kualifikasi di Budapest, Hongaria, dan Shanghai, China.

Di Budapest, Kiromal kalah dari Veddriq pada babak perempat final. Sementara Veddriq berhasil melaju ke Olimpiade dan akhirnya meraih medali emas di Paris.

Dalam sesi latihan, Kiromal dan Veddriq memiliki catatan waktu yang sangat mirip, sehingga hasil pertandingan tersebut tidak mengejutkan. Kiromal sendiri mengakui hal ini.

“Di kategori speed, catatan waktu para atlet sangat mendekati satu sama lain. Yang memuaskan bagi saya adalah konsistensi yang saya tunjukkan setelah kualifikasi Olimpiade,” ungkap Kiromal.

Keberhasilan Kiromal meraih medali emas PON Aceh-Sumut 2024 ditentukan oleh konsistensinya. Atlet berusia 24 tahun ini mencatatkan waktu di bawah 5 detik sejak babak final, dengan waktu terbaik 4,81 detik pada semifinal melawan Rian Gordon Sitorus dari Sumut.

Di final, Kiromal mengalahkan Moch Rizky Samudra Dewantara dari Jawa Timur dengan waktu 4,83 detik, sedangkan Rizky mencatatkan waktu 5,6 detik.

Atlet Indonesia lainnya, Rahmad Adi Mulyono, juga harus puas tanpa medali setelah kalah dalam perebutan medali perunggu melawan Rian Gordon Sitorus.

Selain medali emas di nomor perorangan, Kiromal juga berhasil meraih medali perak di nomor estafet putra. Dalam pertandingan final estafet, tim Jateng yang diperkuat Kiromal kalah dari tim Sumut.