Beritane.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif secara resmi mengakhiri masa jabatannya per hari ini, Senin (19/8).
Arifin Tasrif mengumumkan rencananya untuk beralih profesi sebagai petani di Jawa Barat setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri ESDM.
Arifin Tasrif secara resmi menyerahkan jabatannya kepada Bahlil Lahadalia, yang baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.
Bahlil Lahadalia kini menggantikan posisi Arifin Tasrif sebagai Menteri ESDM.
“Setelah ini saya akan istirahat sejenak, kemudian berencana untuk menjalani aktivitas kecil-kecilan, terutama menjadi petani di Jawa Barat,” kata Arifin saat acara serah terima jabatan di Kementerian ESDM.
Dalam kesempatan tersebut, Arifin mengucapkan selamat kepada Bahlil Lahadalia dan berharap mantan Menteri Investasi itu dapat meneruskan berbagai program yang telah dilaksanakan, terutama dalam mencapai target transisi energi.
Arifin menekankan pentingnya peran Kementerian ESDM dalam menyediakan energi bersih, menjaga ketahanan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya alam.
Arifin juga mengingatkan Bahlil untuk melanjutkan upaya peningkatan produksi minyak dalam negeri yang cenderung menurun.
Ia menekankan perlunya penemuan sumber-sumber baru melalui teknologi dan pengalaman yang telah ada, serta perbaikan kebijakan untuk meningkatkan daya tarik investasi di sektor hulu migas dengan tujuan menekan impor minyak.
“Langkah-langkah peningkatan efisiensi juga harus terus dilakukan agar dapat mengurangi impor dan beban subsidi,” tambah Arifin.
Presiden Joko Widodo melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM yang baru dalam Kabinet Indonesia Maju untuk sisa periode 2019-2024, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 92/P Tahun 2024.
Selain Bahlil, Presiden juga melantik Supratman Andi Atgas sebagai Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), menggantikan Yasonna H. Laoly.
Rosan Roeslani, yang sebelumnya merupakan Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, dilantik sebagai Menteri Investasi/BKPM, menggantikan posisi Bahlil Lahadalia. Rosan juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN.













