Beritane.com – Warga Desa Pandan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, dikejutkan dengan semburan air setinggi 30 meter yang terjadi pada Jumat (2/8).
Peristiwa langka ini berlangsung di sumur bor yang terletak di depan rumah seorang warga bernama Rokip.
Menurut laporan dari berbagai sumber media, peralatan pengeboran masih berada di lokasi kejadian saat semburan air terjadi. Semburan air setinggi 30 meter dan segera menjadi tontonan warga sekitar.
Mohammad Mahmudi, sepupu Rokip, menjelaskan bahwa pengeboran sumur tersebut telah berlangsung selama 25 hari. Sebelum semburan air terjadi, para pekerja mencoba memasang pompa sibel untuk mengukur tekanan air. “Jika tekanan air yang keluar besar, kami berencana untuk memasang paralon,” ujar Mahmudi.
Awalnya, percobaan berjalan normal. Namun, sekitar pukul 01.00, terdengar suara ledakan dari dalam sumur bor. “Tali pompa air sibel yang dipasang tiba-tiba kendur dan naik perlahan ke atas. Semua peralatan dalam lubang pengeboran ikut terpental akibat semburan air,” lanjut Mahmudi.
Sejumlah warga tampak menampung air dari semburan yang mengalir dari atap rumah Rokip. Banyak dari mereka percaya bahwa air tersebut memiliki khasiat penyembuhan. “Airnya terasa asin, tetapi tidak ada bau belerang atau gas,” kata Mahmudi.
Salah satu warga, Nideh, menganggap semburan air setinggi 30 meter tersebut bisa digunakan sebagai obat karena semburan terjadi pada hari Jumat Legi, yang dianggap hari baik. “Saya hanya mengambil satu botol untuk dicoba. Airnya tidak licin dan tidak berbau,” ujarnya.
Ahmad Sohib, tokoh masyarakat setempat, menyebutkan bahwa Dusun Tanaong, Desa Pandan, adalah daerah yang sangat kering, dan sumber air mata air sangat langka.
“Pengeboran di halaman rumah Rokip mencapai kedalaman 90 meter. Tidak ada tanda-tanda aneh saat awal pengeboran, namun setelah mencapai kedalaman sekitar 50 meter, alat bor mengenai batu dan terjadilah ledakan,” jelas Sohib.
Sohib berharap semburan air setinggi 30 meter dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. “Semoga air ini tetap berkualitas baik sehingga bisa dimanfaatkan. Kami sudah meminta warga untuk tidak mengonsumsinya dahulu sampai hasil uji lab keluar,” tambahnya.
BPBD Sampang Tinjau Semburan Air Setinggi 30 Meter di Desa Pandan
Kepala BPBD Sampang, Chandra Ramadhani, mengonfirmasi bahwa personel telah turun ke lokasi, namun belum ada kepastian mengenai kelayakan konsumsi air tersebut.
“Hari ini (kemarin) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur direncanakan akan mengecek lokasi, namun mereka belum tiba,” ujar Ramadhani.
Abdi Barri Salam, Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, menjelaskan bahwa Dinas ESDM Provinsi Jatim akan menguji sampel air untuk mengetahui kandungannya.
“Hasil uji lab akan diketahui setelah sampel diuji di laboratorium. Kami akan menginformasikan hasilnya nanti,” ujarnya.
Peristiwa semburan air setinggi 30 meter saat pengeboran sumur bukanlah hal baru di daerah tersebut. Sebelumnya, warga Dusun Bangsal Dajah, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Sampang, mengalami kejadian serupa dengan semburan api dari sumur bor pada Sabtu (3/12/2023).
Di Desa Kadur, Pamekasan, juga terjadi semburan gas yang kemudian berubah menjadi kobaran api pada Rabu (27/12/2023).
Di Kabupaten Sumenep, pengeboran di Dusun Lubulu, Desa Gunung Kembang, Kecamatan Manding, pada Sabtu (31/10/2020), menyebabkan warga geger karena air berbau belerang.
Sementara itu, sumur bor di Desa Pagar Batu, Kecamatan Saronggi, mengeluarkan gas dan api pada Jumat (21/4/2020), disertai aroma belerang yang membuat warga yakin airnya memiliki khasiat penyembuhan.
Sumber: Radar Madura









