beritane.com
beritane.com

Rocky Gerung Tak Ingin Mendengarkan Pidato Kenegaraan Terakhir Jokowi

Avatar photo
Pidato Kenegaraan Terakhir Jokowi Rocky Gerung

Beritane.com – Akademisi Rocky Gerung menyatakan bahwa ia tidak ingin mendengarkan pidato kenegaraan terakhir Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR di Jakarta pada Jumat (16/8/2024).

Pernyataan tersebut disampaikan Rocky saat menghadiri acara bedah buku “Merahnya Ajaran Bung Karno” di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Banten.

Rocky Gerung menjelaskan alasan ketidakhadirannya dalam mendengarkan pidato Jokowi. Menurutnya, Jokowi telah mengkhianati negara, yang menjadi dasar keputusan Rocky untuk tidak mendengarkan pidato tersebut. “Saya tidak ingin mendengarkan pidato dari seseorang yang saya anggap telah mengkhianati negara,” kata Rocky.

Lebih lanjut, Rocky menilai bahwa kondisi politik Indonesia saat ini semakin memburuk akibat kepemimpinan Jokowi. “Semua kemaksiatan politik saat ini bisa dikaitkan dengan kepemimpinan beliau. Ini adalah faktor yang memperburuk keadaan kita,” tambah Rocky.

Sementara itu, dalam pidato kenegaraan terakhirnya, Presiden Jokowi menggarisbawahi pencapaian pembangunan yang telah dicapai selama satu dekade terakhir serta visi untuk masa depan Indonesia.

Dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI yang berlangsung di Gedung Nusantara, Jakarta, Jokowi menyoroti keberhasilan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan ekonomi.

Presiden Jokowi memulai pidatonya dengan mengungkapkan rasa syukur atas fondasi pembangunan yang telah dibangun selama 10 tahun terakhir.

Ia mencatat pembangunan 366 ribu kilometer jalan desa, 1,9 juta meter jembatan desa, 2.700 kilometer jalan tol baru, dan berbagai proyek infrastruktur lainnya.

Jokowi juga menyebutkan penurunan biaya logistik dari 24 persen menjadi 14 persen, serta peningkatan daya saing Indonesia dari peringkat 44 menjadi 27.

Dalam pidatonya, Jokowi juga menyoroti pencapaian dalam mengendalikan inflasi dan mengurangi angka kemiskinan ekstrem.

Ia mencatat bahwa inflasi berada di kisaran 2-3 persen, angka kemiskinan ekstrem turun dari 6,1 persen menjadi 0,8 persen, dan angka stunting menurun dari 37,2 persen menjadi 21,5 persen.

Jokowi menutup pidatonya dengan menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan adalah pembangunan inklusif yang menyentuh semua lapisan masyarakat dan membuka peluang pertumbuhan bersama.

“Ini adalah pembangunan yang kita cita-citakan bersama, menyentuh semua lapisan masyarakat dan membuka peluang untuk tumbuh bersama,” pungkas Jokowi.