Beritane.com – Dokter kecantikan Richard Lee baru-baru ini memberikan tanggapan terkait tuduhan bahwa produk kecantikannya dianggap berbahaya.
Tuduhan tersebut muncul setelah Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) mengklaim bahwa produk-produk Richard Lee tidak aman dan bahkan sempat disita oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Richard Lee merasa sangat terganggu dengan tuduhan tersebut dan menuntut adanya bukti konkret mengenai masalah ini.
Ia juga menyatakan ketidaksenangannya terhadap sikap BPI KPNPA RI yang dianggap tidak menyertakan bukti kuat mengenai klaim bahaya produk tersebut.
“Jika ada dokumen resmi dari BPOM yang menyatakan produk saya disita, saya akan menghormatinya. Namun, jika tidak ada bukti yang jelas, saya tidak ragu untuk membawa kasus ini ke jalur hukum,” ujar Richard Lee dalam sebuah wawancara di YouTube Cumicumi pada Senin (2/9).
Richard Lee menjelaskan bahwa dia tidak mempermasalahkan produk kecantikannya yang diulas oleh pihak lain, tetapi ia merasa BPI KPNPA RI seharusnya menyertakan bukti laboratorium yang jelas mengenai keamanan produk sebelum membuat klaim media.
“Saya tidak keberatan jika produk saya di-review, namun pastikan review tersebut didasarkan pada hasil uji lab yang jelas dan bukti yang akurat. Jangan hanya menyebarluaskan informasi tanpa dasar yang kuat,” tegas Richard.
Dia juga khawatir bahwa tuduhan tanpa bukti yang jelas bisa merusak reputasi produknya di mata publik, yang dapat menyebabkan konsumen beralih ke produk skincare yang kurang terjamin kualitasnya.
“Saya khawatir bahwa kasus ini bisa merusak nama baik saya dan membuat orang kehilangan kepercayaan pada produk saya, sehingga mereka mungkin memilih produk yang tidak terpercaya,” tambah Richard.
Meski demikian, Richard Lee tetap membuka kemungkinan untuk memperbaiki kesalahan jika ada bukti yang sah mengenai masalah dengan produk-produknya.
“Jika memang ada kesalahan pada produk saya, tunjukkan buktinya. Saya siap untuk bertanggung jawab jika ada kesalahan,” tutupnya.
