WHO dan BPOM Berikan Persetujuan untuk Penggunaan Vaksin Mpox di Indonesia

Vaksin Mpox Indonesia
Ilustrasi WHO dan BPOM memberikan persetujuan penggunaan Vaksin Mpox di Indonesia. (Foto:Pexels.com/Polina Tankilevitch)

Beritane – WHO dan BPOM memberikan persetujuan untuk penggunaan vaksin Mpox di Indonesia. Hal ini disampaikan juru bicara Kemenkes RI.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Mohammad Syahril, mengumumkan bahwa vaksin Mpox telah mendapat persetujuan resmi dari WHO dan BPOM untuk digunakan di Indonesia.

Vaksin ini bukanlah vaksin eksperimental, melainkan sudah disetujui untuk penggunaan dalam situasi darurat kesehatan.

Dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta pada Kamis, Syahril menanggapi klaim yang menyebut vaksin Mpox sebagai vaksin eksperimental dan ajakan untuk menolak vaksin tersebut.

Ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar.

“Vaksin Mpox telah mendapatkan Emergency Use Listing (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang menandakan bahwa vaksin ini diizinkan untuk digunakan dalam kondisi darurat,” jelas Syahril.

Selama pelaksanaan vaksinasi, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) akan memantau keamanan vaksin dan memastikan manfaatnya dalam mencegah penularan virus Mpox (MPXV).

Vaksin Mpox yang digunakan di Indonesia adalah Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic (MVA-BN), yaitu vaksin turunan dari cacar (smallpox) generasi ketiga yang bersifat non-replicating. Vaksin ini telah digunakan sejak 2023 setelah kasus Mpox terkonfirmasi di Indonesia.

Dokumen WHO yang diterbitkan pada 23 Agustus 2024, berjudul “Weekly Epidemiological Record: Smallpox and Mpox (Orthopoxviruses) Vaccine Position Paper,” menyebutkan tiga vaksin yang dapat digunakan untuk pencegahan Mpox:

  1. MVA-BN: Vaksin ini disetujui pada 2013 di Kanada dan Uni Eropa untuk pencegahan cacar pada orang dewasa. Pada 2019, MVA-BN juga disetujui untuk pencegahan Mpox di Amerika Serikat. Kanada dan Uni Eropa kemudian memperluas penggunaannya untuk Mpox pada orang dewasa. MVA-BN tidak disetujui untuk anak di bawah 18 tahun.
  2. LC16m8: Vaksin ini disetujui di Jepang pada 1975 untuk cacar tanpa batasan usia, dan pada Agustus 2022 diperluas penggunaannya untuk pencegahan Mpox. LC16m8 adalah vaksin cacar generasi ketiga.
  3. ACAM2000: Vaksin cacar generasi kedua ini disetujui oleh FDA di Amerika Serikat pada 2007 untuk imunisasi cacar. Pada 2024, vaksin ini juga disetujui untuk pencegahan Mpox di bawah protokol Expanded Access Investigational New Drug.

Studi dari jurnal “Vaccines against Mpox: MVA-BN and LC16m8” yang diterbitkan di Taylor & Francis Online pada 1 September 2024 menunjukkan bahwa MVA-BN dapat mengurangi kejadian Mpox sebesar 62 hingga 85 persen. Pada individu yang telah terpapar Mpox, MVA-BN mengurangi risiko penyakit sebesar 20 persen.

Hasil uji klinis juga menunjukkan bahwa LC16m8 memberikan perlindungan efektif terhadap virus Mpox, sedangkan MVA-BN dan LC16m8 secara konsisten memicu respons antibodi terhadap orthopoxvirus, termasuk Clade I MPXV. Efikasi ACAM2000 berdasarkan studi model hewan juga menunjukkan efektivitas yang baik melawan virus MPXV dibandingkan kelompok kontrol yang tidak divaksinasi.

Exit mobile version