Beritane.com – Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan perusahaan animasi dan studio game yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, kini tengah hangat diperbincangkan di media sosial, khususnya platform X.
Kasus ini mencuat setelah seorang mantan karyawan, yang dikenal dengan inisial CS, mengungkapkan pengalamannya di media sosial.
Menurut informasi yang diperoleh dari akun X Jasmine Surkaty, CS mengalami perlakuan kekerasan fisik dan verbal dari CL dan KL, pemilik perusahaan animasi yang disebutkan, BV.
CS mengaku menghadapi berbagai bentuk penyiksaan selama masa kerjanya, termasuk pelanggaran jam kerja, pelecehan verbal, kekerasan fisik, ancaman, dan manipulasi.
Kami masih berusaha menghubungi CL dan KL untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut mengenai tuduhan ini.
Peningkatan perhatian publik terhadap kasus ini memaksa Polres Metro Jakarta Pusat untuk turun tangan.
Kombes Susatyo Purnomo, Kapolres Metro Jakarta Pusat, menyatakan bahwa pihaknya akan mengirimkan tim untuk menyelidiki dugaan kekerasan ini.
“Nanti akan ada tim yang diturunkan untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Susatyo saat dihubungi pada Jumat (13/9).
Namun, Susatyo tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh pihak kepolisian, hanya meminta agar masyarakat menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Perhatian publik semakin meningkat seiring dengan laporan bahwa CS harus menjalani hukuman berat seperti naik-turun tangga sebanyak 45 kali di malam hari dan menampar dirinya sendiri sebanyak 100 kali.
Perusahaan BV dilaporkan telah resmi menghentikan operasionalnya pada Agustus 2024. CL dan suaminya dilaporkan sedang mendirikan perusahaan baru dan sedang dalam proses merekrut pegawai baru.









