Beritane.com – Seorang wisatawan asal Sidoarjo meninggal dunia setelah mengalami insiden saat bermain banana boat di Pantai Mutiara, Trenggalek, Jawa Timur.
Peristiwa ini bermula ketika sekelompok wisatawan dari Sidoarjo memutuskan untuk menikmati atraksi banana boat.
Mereka melakukan atraksi dengan membalikkan perahu di perairan dangkal yang berada tidak jauh dari bibir pantai.
Aipda Joko Suwito, Kepala Polairud Trenggalek, membenarkan kejadian tersebut. “Memang benar ada seorang wisatawan yang meninggal dunia saat berlibur di Pantai Mutiara,” ungkap Joko Suwito, dikutip Senin (19/8).
Dua wisatawan yang terlibat adalah pasangan suami-istri berinisial M (61) dan K (52). Diketahui bahwa K terlebih dahulu pingsan setelah mengeluhkan pusing. Petugas banana boat segera memanggil penjaga pantai dan tenaga medis untuk mengevakuasi K ke tepi pantai.
“Setelah beberapa waktu, K berhasil sadar dari pingsannya. Namun, suaminya, M, yang melihat kejadian tersebut juga pingsan dan kemudian dilarikan ke Puskesmas Watulimo, namun dinyatakan meninggal dunia,” jelas Joko Suwito.
Penyebab pasti dari kematian M belum dapat dipastikan, dan hingga berita ini ditulis, petugas medis masih melakukan pemeriksaan. Pihak kepolisian juga masih menyelidiki insiden tersebut.
Kronologi Insiden di Pantai Mutiara
Insiden tragis ini melibatkan pria berinisial MTN (63) yang meninggal saat berusaha menolong istrinya yang pingsan di Pantai Mutiara, Trenggalek, pada Minggu (18/8) sekitar pukul 13.30 WIB.
MTN dan rombongannya telah menyepakati untuk menaiki wahana banana boat dan meminta agar perahu digulingkan di dekat tepi pantai. Saat atraksi dilakukan, seluruh rombongan tercebur ke laut setelah banana boat dibalik.
“Istri MTN pingsan setelah perahu digulingkan, dan dia segera dievakuasi oleh pengelola wahana,” kata Kepala Desa Tasikmadu, Wignyo Handoyo.
Melihat istrinya dalam keadaan darurat, MTN berusaha berenang menuju pantai dengan cepat. Namun, setibanya di tepi pantai, MTN merasa lemas dan akhirnya pingsan.
“MTN kemudian dibawa ke Puskesmas Watulimo untuk mendapatkan pertolongan medis, namun sayangnya sudah meninggal dunia. Istrinya dalam kondisi baik,” tambah Wignyo Handoyo.









