Beritane – Marc Marquez tampak sungkan merayakan kemenangan secara berlebihan saat berada di podium MotoGP San Marino di Sirkuit Misano pada Minggu (8/9), meskipun ia berhasil meraih kemenangan.
Hal ini kontras dengan kebiasaannya yang selalu bersemangat saat merayakan kemenangan, seperti yang terlihat pada MotoGP Aragon seminggu sebelumnya. Marquez memberikan penjelasan mengenai keputusannya kali ini.
Sejak insiden dengan Valentino Rossi di Sepang, Malaysia pada 2015, Marquez sering kali dianggap sebagai antagonis oleh publik Italia.
Ia tidak mendapatkan sambutan hangat setiap kali berlaga di Sirkuit Mugello dan Misano, bahkan sering diteriaki oleh penonton ketika naik podium.
Marquez biasanya tidak terlalu memperhatikan teriakan tersebut dan seringkali membalasnya dengan ciuman jauh.
Namun, kejadian yang sama kembali terjadi di Misano akhir pekan lalu, saat Marquez diundang ke podium dan langsung disambut dengan teriakan dari tifosi. Marquez membalas dengan ciuman jauh, seperti biasa.
Di tengah situasi tersebut, video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa Francesco Bagnaia, salah satu rival Marquez, tampak tidak senang dengan perlakuan penonton terhadap Marquez.
Bagnaia terlihat mengangkat tangan dan menggoyangkan jari telunjuknya ke arah penonton sebagai tanda protes, serta meminta mereka untuk menghentikan teriakan.
Menghadapi situasi ini dan menyadari ketidaknyamanan dari publik Italia, Marc Marquez memilih untuk tidak melakukan selebrasi yang meriah di podium MotoGP San Marino meskipun panitia telah menyiapkan seorang DJ.
Marquez hanya melakukan beberapa gerakan kecil sebelum melanjutkan sesi foto bersama Bagnaia dan Enea Bastianini.
Time to get the party started with DJ Lee Ann Roberts 🎶🎉
And @marcmarquez93 has got some moves 🕺#SanMarinoGP 🇸🇲 pic.twitter.com/Re9ZhCwknT
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) September 8, 2024
Dalam wawancara dengan DAZN, Marquez mengungkapkan, “Di sini, lebih baik Anda melakukannya atau tidak melakukannya sama sekali. Tadinya saya harus menunggu lebih dari seribu hari untuk menang, sekarang hanya tujuh hari!” sambil tertawa. Ia menambahkan, “Seseorang berkata dari surga, ‘Turunkan rintik hujan ke anak itu’. Ini cara terbaik untuk berterima kasih kepada tim.”
Selebrasi yang lebih meriah akhirnya dilakukan Marquez di garasi Gresini Racing bersama timnya. Marquez merasa lebih baik merayakan kemenangan dengan timnya sendiri dibandingkan di podium, terutama karena fans Italia tentunya lebih mendukung Bagnaia di kandang sendiri.
“Saya agak malu. Saya melihat reaksi dari penonton. Di sini, protagonisnya adalah Pecco. Jadi, saya harus bersikap tenang. Saya hanya melakukan dua tarian untuk tim, dan itu sudah cukup. Setelah itu, saya merasa lebih baik pergi dari podium, karena saya tidak ingin mereka melemparkan sesuatu pada saya,” tutup Marquez, sang juara dunia delapan kali.












