Beritane.com – Mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy telah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/262/VIII/2024/Bareskrim Polri pada hari Senin, 5 Agustus 2024.
Ketua DPP PKB Bidang Hukum dan Perundangan, Cucun A Syamsurijal, menjelaskan bahwa langkah hukum diambil terhadap Lukman Edy karena diduga telah melakukan pencemaran nama baik terhadap Ketua Umum PKB Gus Muhaimin melalui beberapa pernyataan yang disampaikan di Kantor PBNU pada 31 Juli 2024.
“Lukman Edy diduga melanggar ketentuan KUHP mengenai pencemaran nama baik. Beberapa pernyataannya dianggap menyerang kehormatan Gus Muhaimin dan PKB, seperti tuduhan ketidaktransparanan dalam pengelolaan keuangan fraksi, pilkada, dan pemilu,” ujar Cucun kepada wartawan di Bareskrim Polri.
Cucun juga menegaskan bahwa Lukman Edy yang dilaporkan bukan bagian dari PKB dan tidak berwenang untuk mengomentari dinamika internal partai.
Ia menganggap pernyataan Edy dapat menimbulkan kebencian dan kesalahpahaman baik di dalam maupun di luar PKB.
“Dampak dari tuduhan yang tidak berdasar ini bisa merugikan partai kami secara materiil dan immateriil jika diterima mentah-mentah oleh publik, pengurus, dan kader PKB di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Cucun juga menekankan bahwa PBNU dan PKB adalah dua entitas hukum yang berbeda; PBNU adalah organisasi masyarakat yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017, sementara PKB diatur oleh Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011.
“Dengan demikian, tidak ada hubungan struktural antara keduanya dan tidak dapat saling mengintervensi,” pungkasnya.
Siapa itu Muhammad Lukman Edy?
Muhammad Lukman Edy adalah seorang politisi Indonesia yang merupakan mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ia lahir pada 26 November 1970 di Teluk Pinang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Lukman Edy memiliki latar belakang pendidikan di bidang hukum dan administrasi negara.
Dalam perjalanan karier politiknya, Lukman Edy telah memegang berbagai posisi penting, termasuk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari PKB.
Ia dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam pengembangan kebijakan dan isu-isu politik di Indonesia.
Setelah masa jabatannya di PKB, Lukman Edy tetap terlibat dalam dunia politik dan sering menyampaikan pandangannya melalui media serta forum-forum publik. Selain itu, ia juga terlibat dalam beberapa organisasi sosial dan kegiatan masyarakat.













