Beritane.com – Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, telah mengumumkan langkah-langkah baru untuk menjaga ketertiban dan kebersihan di Teras Samarinda yang terletak di tepian Sungai Mahakam.
Langkah ini melibatkan penghapusan pengamen, juru parkir liar, gelandangan, dan anak jalanan dari kawasan ikonik kota tersebut.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda, Anis Siswantini, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel khusus yang akan bertugas selama 24 jam dalam tiga shift untuk memantau dan menjaga kebersihan Teras Samarinda.
Setiap shift akan terdiri dari sembilan petugas yang akan berjaga di sepanjang kawasan sepanjang 400 meter ini.
“Petugas Satpol PP akan bertugas secara bergantian dalam tiga shift. Kami berkomitmen untuk menjaga kawasan ini tetap bersih dan aman sebagai aset penting kota,” ujar Anis pada Sabtu (7/9).
Untuk mengatasi masalah parkir, pemerintah kota telah menyiapkan area parkir di bekas SPBU di sekitar Teras Samarinda. Langkah ini diambil untuk memastikan penataan parkir yang lebih baik dan mengurangi kekacauan di area tersebut.
Anis berharap masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Kami telah menyediakan fasilitas yang sangat baik untuk masyarakat sebagai destinasi liburan keluarga. Kami berharap masyarakat dapat menjaga fasilitas ini dengan baik untuk kepentingan bersama,” imbuhnya.
Pemerintah kota juga telah menyiapkan tempat khusus bagi pedagang kaki lima (PKL) yang ingin berjualan di kawasan tersebut.
PKL akan ditempatkan di kios yang telah disediakan, dan mereka akan dikurasi untuk memastikan kualitas dan ketertiban.
Menjelang peresmian Teras Kota yang dijadwalkan pada Senin (9/9), Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas, memastikan bahwa semua persiapan telah dilakukan dengan matang.
“Kami terus menyempurnakan beberapa aspek yang belum sepenuhnya sempurna. Semua sudah sesuai dengan catatan wali kota, seperti perbaikan parkir,” ujar Marnabas.
Fokus utama perbaikan saat ini adalah fasilitas toilet dan penghijauan taman yang masih memerlukan pembenahan.
Marnabas berharap masyarakat dapat menjaga fasilitas ini dengan baik dan mematuhi peraturan, seperti tidak menginjak rumput, bersandar di pembatas, atau duduk sembarangan.
“Menjaga keindahan kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah tetapi juga seluruh warga Samarinda,” tegas Marnabas.










