Beritane – Baim Alkatiri, yang lebih dikenal sebagai Baim Cilik, baru-baru ini menjadi perbincangan publik setelah membuat pernyataan yang menghebohkan.
Dalam sebuah siniar berjudul Kasisolusi, Baim menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh liku dan tantangan.
Ia mengungkapkan bahwa kedua orang tuanya bercerai, dan sang ayah tidak memberikan nafkah, membuatnya merasa ditelantarkan.
Meski harus melewati masa-masa sulit, Baim kini berhasil meraih kesuksesan sebagai CEO di usianya yang baru 19 tahun. Berikut adalah beberapa sumber kekayaan Baim Cilik.
1. CEO Bisnis Parfum
Baim Cilik adalah pendiri dan CEO dari bisnis parfum bernama X-Perfumery. Menurut informasi di situs resmi X-Perfumery, merek ini menawarkan parfum unisex yang terinspirasi oleh aroma parfum-branded terkenal dengan kesamaan wangi hingga 80-90%.
Saat ini, produk mereka mencakup lebih dari 500 varian aroma serta 2 varian asli. Baim juga terlibat dalam meracik parfum yang menjadi andalan produk mereka.
Parfum X-Perfumery telah mendapatkan sertifikasi dari BPOM di Sidoarjo dan tersedia di berbagai marketplace serta di toko fisik yang berlokasi di Ruko Mutiara Citra Graha, Sidoarjo, Jawa Timur.
2. Usaha Kuliner
Baim yang kini tinggal di Malang juga membuka usaha kuliner bernama Sego Sambal Babat Cokro.
Menawarkan menu utama nasi dan sambal babat, restoran ini terkenal dengan minuman hot coklat butter yang menjadi favorit pengunjung. Harga menu yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp12 ribuan.
3. Endorsement
Meskipun tidak lagi aktif di dunia sinetron, Baim tetap aktif di media sosial dan telah membuka peluang endorsement sejak tahun 2020.
Dengan popularitasnya sebagai artis cilik, pendapatan dari endorsement menjadi salah satu sumber penghasilan yang signifikan bagi Baim.
4. Peternakan Kambing
Selain bisnis parfum dan kuliner, Baim juga mengelola peternakan kambing. Ia kini kembali menjalankan bisnis susu kambing bersama kakaknya, Akbar Alkatiri, yang dikenal sebagai Abay.
Sebelumnya, Baim memiliki peternakan yang menjual kambing potong dan susu kambing, dan pernah meraih pendapatan hingga Rp850 juta saat menjual kambing kontes.
Di samping semua usaha tersebut, Baim juga melanjutkan pendidikan bisnisnya di Malang dengan biaya dari penghasilannya sendiri.
Meskipun baru berusia di bawah 20 tahun, perjalanan Baim yang bangkit dari keterpurukan dan menciptakan berbagai usaha yang sukses tentunya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.









