Beritane.com – Ketua Umum PDI-P dan Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, merasakan duka mendalam atas Hamzah Haz tutup usia, pada Rabu (24/7/2024).
Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa Megawati kehilangan seorang sahabat sejati yang pernah bersamanya menghadapi krisis multidimensi.
“Saat saya melaporkan kepada Ibu Mega, beliau sangat berduka atas kehilangan sahabat sejatinya,” ujar Hasto.
Megawati juga mengenang masa-masa ketika ia menjabat sebagai presiden dengan Hamzah Haz sebagai wakilnya.
“Ibu Mega menceritakan bagaimana mereka ibarat pasangan yang bersatu tanpa pacaran, namun demi bangsa dan negara, mereka dapat menyelesaikan berbagai masalah dengan baik,” lanjut Hasto.
Menurut Megawati, perbedaan partai tidak menghalangi kerja sama mereka. Keduanya bahkan memiliki kode khusus dalam pengambilan keputusan penting.
“Kalau Ibu ingin mengambil keputusan dan Pak Hamzah tidak setuju, ada kode yang disepakati, yaitu menjawil tangan Ibu,” jelas Hasto.
Persahabatan antara Megawati dan Hamzah Haz terjalin erat. Megawati selalu mengundang Hamzah untuk hadir dalam acara Rakernas PDI-P.
“Pak Hamzah selalu hadir, melambangkan persahabatan mereka yang sangat erat,” kata Hasto.
Sebagai penghormatan, Megawati berdoa dan memberikan penghormatan terbaik untuk Hamzah Haz tutup usia, yang juga dikenal sebagai mantan Ketua Umum PPP. Hamzah Haz tutup usia 84 tahun di kediamannya di Tegalan, Mampang, Jakarta Selatan.
Hamzah Haz Tutup Usia, Profil Hamzah Haz
Lahir di Ketapang, Kalimantan Barat pada 15 Februari 1940, Hamzah Haz dikenal aktif dalam berbagai organisasi sejak usia muda.
Ia menjabat sebagai Wakil Presiden RI dari tahun 2001 hingga 2004 mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri.
Selain itu, Hamzah Haz juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari tahun 1998 hingga 2007.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan dalam kabinet Presiden Abdurrahman Wahid serta Menteri Negara Investasi dan Kepala BKPM pada masa Presiden BJ Habibie.
Hamzah Haz dikenal sebagai tokoh penting dalam PPP, partai yang merupakan hasil penggabungan beberapa partai Islam pada masa Orde Baru, yaitu PSII, Parmusi, NU, dan PERTI.
Selama kepemimpinannya, ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk perpecahan di kalangan kader partai dan munculnya partai-partai baru seperti PKB dan PAN.
Beliau meninggalkan dua istri, Hj. Asmaniah dan Hj. Titin Kartini, serta 12 anak dari kedua pernikahannya. Hamzah Haz dikenang sebagai salah satu kader terbaik PPP dan tokoh penting dalam sejarah politik Indonesia.
Sumber: Menit












