Beritane.com – Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang di Olimpiade Paris 2024 dengan tambahan dua medali emas dari cabang olahraga speed panjat tebing dan angkat besi.
Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah telah mengharumkan nama bangsa dan membawa Indonesia melesat ke peringkat ke-28 dalam klasemen medali.
Veddriq Leonardo Raih Emas di Speed Panjat Tebing
Veddriq Leonardo meraih medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024 melalui nomor speed panjat tebing.

Dalam pertandingan final melawan atlet China, Wu Peng, Veddriq tampil percaya diri. Meskipun dia memanjatkan doa sebelum memulai, keahliannya di arena membuatnya unggul tipis 0,02 detik dari Wu Peng.
Ekspresi kebahagiaan terlihat jelas saat Veddriq menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan, sambil bersorak dan mengepalkan tangan. Penonton pun merespons dengan tepuk tangan meriah.
Rizki Juniansyah Borong Emas di Angkat Besi Kelas 73kg
Rizki Juniansyah menambah koleksi medali emas Indonesia di cabang angkat besi, kategori 73 kilogram putra. Rizki memulai pertandingannya dengan angkatan snatch seberat 155 kilogram. Meskipun gagal di percobaan pertama, Rizki berhasil mengangkat 155 kilogram di percobaan kedua.

Di kategori clean and jerk, Rizki menunjukkan dominasi yang tak tertandingi. Meskipun mendapat saingan ketat dari lifter Thailand, Weeraphon Wichuma, yang mencatatkan total angkatan 346 kilogram, Rizki sudah lebih dulu memastikan emas dengan total angkatan 346 kilogram.
Rizki kemudian memanfaatkan kesempatan kedua untuk memecahkan rekor Olimpiade. Dengan angkatan 199 kilogram, ia berhasil memecahkan rekor dan mengumpulkan total angkatan 354 kilogram, unggul delapan kilogram dari Wichuma.
GOLD MEDAL AND OLYMPIC RECORD‼️
Rizki Juniansyah sukses menyumbang emas angkat besi 73 kg putra untuk Indonesia 🇮🇩
🥇 Total: 354 kg
✅ Snatch: 155 kg
✅ Clean and jerk: 199 kg (OR)#SportsTerlengkapAdaDiVidio #BawaPulangMedali #Olympics #Paris2024 #Weightlifting pic.twitter.com/CplyAfNzxp— Vidio Sports (@VidioSports) August 8, 2024
Kemenangan Rizki di final diwarnai dengan momen penuh haru saat dia mengangkat beban 199 kilogram. Setelah menjatuhkan beban, Rizki terjatuh dan menangis bahagia di lantai, disambut sorakan para pelatih dan kontingen Indonesia serta standing ovation dari penonton.
“Saya merasa sangat bahagia, bangga, dan emosional meraih medali emas pertama saya dan mencatat sejarah. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas dukungannya,” ujar Rizki, seperti dikutip dari Reuters.
Dia menambahkan, “Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaan saya. Ini adalah pengalaman yang sangat emosional dan indah, dan saya sudah memikirkan masa depan.”
Dengan pencapaian ini, Indonesia memperlihatkan kemajuan signifikan di pentas dunia olahraga, setelah terakhir kali meraih dua medali emas pada Olimpiade Barcelona 1992.













