Sosok Dokter Sedot Lemak Selebgram Medan Tidak Punya Izin Praktik

Kasus Sedot Lemak, Polres Metro Depok Tunggu Hasil Autopsi Tetapkan Tersangka

Beritane.com – Sosok dokter yang sedot lemak selebgram Medan rupanya tidak punya izin praktik. Ia adalah dokter umum di klinik kecantikan WSJ Depok.

Dokter yang sedot lemak selebgram Medan berinisial A. Menurut kabar terbaru, A bukanlah dokter yang berkompeten untuk melakukan prosedur sedot lemak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan kepada awak media, bahwa dokter sedot lemak berinisial A hanyalah dokter umum.

“Iya, dokter umum dengan memiliki sertifikat pelatihan estetika ya,” kata Mary. Pernyataan Mary turut dikonfirmasi oleh Kapolres Metro Depok Kombes (Pol) Arya Perdana.

Berdasarkan keterangan dari para saksi yang diperiksa berkait tewasnya selebgram Medan sedot lemak, A memang bukan dokter spesialis.

“Hasilnya (dari interogasi saksi) adalah memang dokter yang bersangkutan bukan dokter spesialis, melainkan dokter umum,” ucap Arya dikonfirmasi wartawan.

Arya mengungkapkan, A tidak memiliki izin praktik untuk melakukan tindakan sedot lemak. Ia hanya mengantongi sertifikat pelatihan kecantikan.

“Beliau memang pernah mengikuti pelatihan untuk melakukan sedot lemak ini. Namun, demikian dari hasil keterangannya tidak memiliki izin praktik,” kata Arya.

Dokter Sedot Lemak Selebgram Medan Tidak Punya Izin Praktik

Fakta di atas mematahkan pernyataan yang disampaikan kuasa hukum Klinik WSJ, Rikardo Siahaan, Sebelumnya, Rikardo menyampaikan bahwa A adalah dokter yang memiliki sertifikasi resmi.

“(Sertifikasi profesinya) ada, karena ya kita meminta itu (sertifikat) untuk melakukan tindakan itu (sedot lemak),” kata Rikardo kepada wartawan.

Selain itu, Rikardo juga menyebut A berkompeten dan memiliki izin praktik dalam tindakan sedot lemak.

“Dia dokter berkompetenlah intinya, terkait legalitasnya sesuai dengan tindakan yang dilakukan (sudah ada izin),” ujarnya.

Arya mengungkapkan, A pernah dilaporkan atas dugaan malapraktik sedot lemak.

“Iya betul, ini dokter yang sama (dokter yang pernah dilaporkan atas dugaan malapraktik). Jadi di tahun 2023 (dia) pernah dilaporkan, kejadian sedot lemak ini bermasalah juga,” kata Arya.

Arya mengatakan, korban dugaan malapraktik A saat itu sempat mengalami masalah saat proses sedot lemak. Namun, pada saat itu korban tidak sampai meninggal dunia.

“Waktu itu kulit korban terasa seperti terbakar dan panas gitu. Kalau yang sekarang, memang korbannya (ENS) meninggal dunia,” jelas Arya.

Meski begitu, pelaporan kasus dugaan malapraktik terhadap A tidak berlanjut setelah korban sepakat untuk berdamai.

“Pada hari itu memang dilakukan upaya perdamaian antara korban dengan pihak klinik,” imbuh Arya. Sebelumnya diberitakan, ENS yang terbang jauh dari Medan ke Depok tewas usai menjalani operasi penyedotan lemak di Klinik WSJ, Beji, Kota Depok.

Korban mengalami pecah pembuluh darah saat menjalani operasi sedot lemak. Usai pembuluh darahnya pecah, korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Polisi belum bisa memastikan apakah pecah pembuluh darah tersebut menjadi penyebab ENS meninggal dunia atau bukan. Adapun ENS sudah dimakamkan di Medan, Sumatera Utara.

Sumber: Kompas

Exit mobile version