Beritane – Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris kecam keras pembunuhan seorang aktivis Amerika oleh militer Israel di Tepi Barat, menyebutnya sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
Mereka menekankan perlunya Israel untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut guna memastikan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Israel telah mengakui tanggung jawab atas kematian Aysenur Ezgi Eygi, 26 tahun, yang tewas saat terlibat dalam protes terhadap ekspansi permukiman di wilayah tersebut.
Presiden Biden menyatakan bahwa pemerintah AS mengharapkan penyelidikan menyeluruh dilakukan untuk kasus ini.
“Harus ada akuntabilitas penuh. Israel harus mengambil tindakan lebih untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Biden dalam sebuah pernyataan seperti dikutip pada Kamis (12/9/2024).
Wakil Presiden Kamala Harris menegaskan dengan kecam bahwa tidak seharusnya ada yang kehilangan nyawa hanya karena ikut serta dalam demonstrasi damai.
“Penembakan yang mengakibatkan kematiannya tidak dapat diterima dan memunculkan pertanyaan yang sah mengenai perilaku personel IDF (Pasukan Pertahanan Israel) di Tepi Barat,” tambah Harris.
Eygi, yang juga merupakan warga negara Turki, ditembak mati pada hari Jumat saat mengikuti pawai protes di Beita, sebuah desa dekat Nablus.
Di daerah tersebut, warga Palestina sering menjadi sasaran serangan dari pemukim Yahudi sayap kanan. Israel mengklaim bahwa kematian Eygi adalah insiden yang tidak disengaja.
Sejak Perang Timur Tengah 1967, Israel telah menduduki Tepi Barat Sungai Yordan, wilayah yang diharapkan oleh Palestina menjadi inti dari negara merdeka mereka di masa depan.
Israel telah membangun beberapa permukiman di wilayah tersebut yang dianggap ilegal oleh sebagian besar negara internasional, meskipun Israel membantah klaim tersebut dengan menyebutkan hubungan historis dan alkitabiah mereka dengan daerah tersebut.
Pada bulan Juli, Mahkamah Internasional menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina dan pembangunan permukiman di sana adalah ilegal dan harus segera dihentikan.
Keluarga Eygi telah meminta Presiden Biden dan Wakil Presiden Harris untuk berbicara langsung dengan mereka dan memerintahkan penyelidikan independen atas kematian Eygi.
“Menyebut kematiannya sebagai kecelakaan hanya akan mendukung agenda militer Israel dalam merampas tanah Palestina dan menutupi pembunuhan warga Amerika. Kita harus jelas, seorang warga negara Amerika dibunuh oleh militer asing dalam serangan yang ditargetkan,” kata pernyataan dari keluarga Eygi.
Senator Demokrat Patty Murray dan Perwakilan Pramila Jayapal juga menulis surat kepada Presiden Biden pada hari Rabu, mendesak dilakukannya penyelidikan yang segera, transparan, kredibel, dan independen mengenai insiden tersebut.













