Beritane.com – Baru-baru ini, topik perbincangan mengenai Marie Antoinette dan Erina Gudono sedang hangat di media sosial. Ini ulasan lengkapnya.
Erina Gudono, istri Kaesang Pangarep, tengah menjadi sorotan netizen di tengah ramainya isu #KawalPutusanMK yang mengemuka sejak Rabu (21/8).
Netizen ramai-ramai memberikan komentar pada unggahan media sosial Erina yang baru-baru ini tiba di Amerika Serikat.
Diketahui, Erina melakukan perjalanan ke Amerika untuk melanjutkan studi Master di University of Pennsylvania.
Namun, beberapa saat setelah tiba di Amerika, unggahan Erina di media sosial malah memicu berbagai tanggapan dari netizen.
Melalui Instagram Story, Erina membagikan momen saat Kaesang menikmati sepotong roti yang harganya mencapai Rp 400 ribu.
Postingan ini memicu reaksi netizen yang menilai gaya hidup Erina mirip dengan mendiang Ratu Prancis, Marie Antoinette.
Saat masyarakat sedang berjuang dengan berbagai isu sosial, seperti kemiskinan dan ancaman PHK, Erina menunjukkan kehidupan mewahnya di platform media sosial.
Hal ini memicu komentar dari netizen, termasuk, “Welcome back Marie Antoinette,” dan “Erina Gudono is indeed the Marie Antoinette of 2024.”
Mengapa Erina Disebut Mirip Marie Antoinette?
Marie Antoinette Joseph Jeanne adalah Ratu Prancis terakhir yang lahir di Austria dan menikah dengan Raja Louis XVI pada tahun 1770.
Selama masa pemerintahannya, Marie dikenal dengan gaya hidupnya yang sangat mewah dan boros, yang menyebabkan kemarahan besar di kalangan rakyat Prancis.
Ia sering menggunakan uang negara untuk membiayai gaya hidupnya yang extravaganza, termasuk mengoleksi gaun sutra mahal dan melakukan perubahan gaya rambut yang mencolok, seperti bentuk kapal pesiar.
Marie juga dikenal gemar berjudi dan sering mengeluarkan uang untuk hiburan dan pertunjukan di istana, meskipun sering kalah. Kebiasaannya ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kekayaan kerajaan akan terpengaruh, terutama di masa-masa sulit.
Selama krisis pangan pada tahun 1780-an, ketika rakyat Prancis kesulitan untuk mendapatkan makanan dasar, Marie tetap hidup dalam kemewahan.
Ia dikabarkan pernah mengeluarkan pernyataan kontroversial, “Qu’ils mangent de la brioche” atau “biarkan mereka makan kue,” yang dianggap sebagai tanda ketidakpekaan terhadap penderitaan rakyat.
Meskipun tidak ada bukti konkret tentang ucapan tersebut, pernyataan ini dianggap menunjukkan sikap arogan.
Marie Antoinette akhirnya dijatuhi hukuman pancung pada usia 37 tahun setelah terlibat dalam berbagai skandal, termasuk tuduhan pengkhianatan dan pencurian.













