Video Viral Mahasiswi Kedokteran Komentari Kasus Bunuh Diri Dokter Muda Undip

Video Viral Mahasiswi Kedokteran Komentari Kasus Bunuh Diri Dokter Muda Undip

Beritane.com – Beredar video yang viral di media sosial menampilkan seorang wanita, diduga mahasiswi kedokteran, yang memberikan komentar mengenai kasus bunuh diri dokter muda Universitas Diponegoro (Undip).

Dalam video tersebut, wanita itu mengaku tidak terkejut mendengar kabar kematian dokter muda tersebut.

Video tersebut diunggah di akun TikTok @doctor.incognito_99 pada Minggu, 18 Agustus 2024.

Dalam video itu, sosok wanita yang diduga sebagai mahasiswi kedokteran dan tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa berita tentang kasus bunuh diri dokter muda Undip sama sekali tidak mengejutkannya.

Ia berpendapat bahwa perilaku bullying di kalangan dokter sudah menjadi hal yang umum.

“Kasus di Undip ini sama sekali tidak mengejutkan saya. Coba lihat di TikTok untuk melihat betapa banyak dokter yang terlibat dalam perilaku bullying,” ujar wanita tersebut dalam video.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam dunia kedokteran, terutama di kalangan senior, sering terjadi perlakuan tidak baik terhadap junior. Bahkan, sesama angkatan pun saling menjatuhkan.

“Senior sering sekali memperlakukan adik kelas dengan buruk. Bahkan, di angkatan yang sama pun, kami dilatih untuk saling menjatuhkan,” jelasnya.

Wanita tersebut juga menyebutkan bahwa dirinya memahami kondisi ini karena keluarganya pun merupakan profesi dokter.

“Keluarga saya semuanya dokter. Orang tua, sepupu, dan kerabat dekat semua bekerja sebagai dokter,” tambahnya.

Dia juga memberikan contoh dari pengalamannya sendiri, di mana orang tuanya pernah mengalami situasi buruk saat membuka klinik. Menurutnya, seorang dokter lain mencoba untuk merusak usaha mereka.

“Orang tua saya membuka klinik dan ada dokter lain di sebelah yang mencoba merusak klinik kami. Ini adalah contoh dari mindset di dunia kedokteran yang seringkali saling bersaing dengan cara yang merugikan,” ucapnya.

Mahasiswi tersebut melanjutkan bahwa selama pendidikan kedokteran, dia dan teman-temannya sering kali dihadapkan pada situasi di mana mereka harus saling menjatuhkan selama presentasi kasus.

“Selama pendidikan, saat saya presentasi kasus, teman-teman seangkatan diminta oleh dosen untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan sulit. Jika mereka tidak melakukannya, mereka yang akan mendapat kesulitan,” katanya.

Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan resmi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengenai video tersebut dan komentarnya terkait kasus bunuh diri dokter muda Undip.

Sebelumnya, kasus bunuh diri dokter muda Undip, Aulia Risma Lestari (30), menarik perhatian publik. Aulia ditemukan meninggal dunia saat menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di Undip dan praktik di RSUP dr. Kariadi Semarang.

Ada spekulasi bahwa kematian Aulia disebabkan oleh beban kerja dan perundungan yang dialaminya selama PPDS, namun pihak Undip membantah kabar tersebut.

Rektor Undip, Suharnomo, menegaskan bahwa informasi mengenai perundungan tidak benar.

“Dari investigasi internal kami, tidak ditemukan bukti adanya perundungan yang menjadi penyebab kematian almarhumah,” ujar Suharnomo dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 15 Agustus 2024.

Suharnomo menambahkan bahwa almarhumah memang memiliki masalah kesehatan yang mempengaruhi proses belajarnya, namun rincian lebih lanjut tidak dapat diungkap demi menjaga privasi medis.

Exit mobile version