Video Viral Babi Hutan Seruduk Pasutri Mandi Bareng di Jember

Video Viral Babi Hutan Seruduk Pasutri Mandi Bareng di Jember

Beritane.com – Baru-baru ini, sebuah video viral babi hutan seruduk pasutri mandi bareng di sungai menjadi topik perbincangan hangat masyarakat Jember, Jawa Timur.

Peristiwa video viral babi hutan seruduk pasutri mandi bareng di sungai langsung heboh dan menjadi gunjingan masyarakat di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember.

Pasutri yang menjadi korban babi hutan adalah Sofi (40) bersama istrinya Siyani (35) mengalami luka-luka usai mendapat serangan seekor hewan liar tersebut.

Menurut keterangan korban, dimana saat kejadian ia bersama istrinya sedang mandi bareng di Sungai Desa Klungkung, tiba-tiba muncul seekor babi hutan.

Kanit Samapta Polsek Sukorambi, Aipda Imron Pradinata mengatakan, pasangan suami istri tersebut mandi bareng pada pukul 08.30 WIB di sungai dekat hutan.

“Di atas kebun ada hutan, sehingga babi hutan ketika turun langsung menyerang pasutri tersebut. Korban mengalami luka gigitan,” ujarnya kepada wartawan.

Mendapat serangan hewan liar tersebut, kata Imron, pasutri tersebut panik dan berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Tak lama kemudian masyarakat memberikan pertolongan.

“Babi hutan tersebut tetap mengamuk dan menyerang warga lainnya saat akan diamankan. Ketika korban memegang babi itu, justru tangannya malah digigit,” jelasnya.

Sementara Siyani sendiri sempat diseruduk dan mengalami luka-luka di paha dan kaki. Insiden tersebut membuat warga geram, sehingga mereka pun membunuh babi hutan tersebut.

Menurut pengakuan Imron, ukuran babi hutan itu cukup besar. Panjangnya sekitar 1 meter, sementara tingginya 50 centimeter dan sudah memiliki taring dibagian muncungnya.

Lantas, warga setempat langsung membawa pasutri yang mengalami luka akibat serangan babi hutan ke Puskesmas Sukorambi untuk penanganan medis.

Usai penanganan medis, pasutri itu pun dirujuk ke rumah sakit Citra Husada Jember untuk perawatan lebih lanjut, dan keadaan mereka dikabarkan sudah membaik.

Imron mengatakan, besar kemungkinan hewan ini turun mencari makanan dan dulunya sudah sering terjadi. Namun menurutnya, kasus babi hutan menyerang warga baru pertama kali terjadi.

 

Exit mobile version