Beritane.com – Valentino Rossi mengungkapkan keterkejutannya atas keputusan Marc Marquez bergabung dengan Ducati Lenovo. Langkah ini mengejutkan banyak pihak, termasuk Jorge Martin.
Marquez menandatangani kontrak dua tahun dengan Ducati Lenovo untuk MotoGP 2025. Langkah ini memicu kritik, karena sebelumnya Martin diperkirakan akan menjadi pendamping Francesco Bagnaia.
Namun, pernyataan Marc Marquez sebelum balapan MotoGP Italia 2024 mengubah situasi. Ducati memilih Marquez, sementara Martin dipastikan pindah ke Aprilia Racing.
Valentino Rossi Terkejut Marc Marquez Gabung Ducati Lenovo
Valentino Rossi merasa keputusan ini sangat mengejutkan, terutama bagi Martin yang harus mengubur impiannya membalap untuk tim pabrikan Ducati Corse.
“Kedatangan Marc ke Ducati mengejutkan semua orang, termasuk saya, Pecco (Bagnaia), dan terutama Jorge Martin,” ungkap Valentino Rossi, dikutip dari Okezone, Minggu (21/7/2024).
Valentino Rossi menunjukkan simpati terhadap Bagnaia, namun yakin Bagnaia memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan baru ini.
“Ini akan sulit bagi Pecco karena kehadiran rekan setim yang kuat, tapi saya yakin dia punya semua yang dibutuhkan untuk bersaing,” ujar Valentino Rossi.
“Dari sisi jurnalistik, ini adalah topik menarik, tetapi Pecco tidak perlu Marquez untuk membuktikan dirinya sebagai pembalap terkuat,” tambahnya.
Menarik untuk disimak bagaimana dinamika antara Bagnaia dan Marquez di tim Ducati Lenovo, mengingat hubungan mereka sejauh ini baik karena berada di tim berbeda.
Ducati Pilih Marc Marquez Demi Strategi Finansial
Pengamat MotoGP, Simon Crafar, mencurigai adanya alasan finansial di balik keputusan Ducati Lenovo merekrut Marc Marquez untuk MotoGP 2025. Popularitas dan daya tarik The Baby Alien lebih menggoda bagi sponsor dan calon konsumen.
Marquez bergabung dengan Ducati sebagai rekan Francesco Bagnaia mulai 2025, terikat kontrak dua musim. Juara dunia MotoGP enam kali itu mengungguli Jorge Martin, yang sebelumnya diprediksi akan mendampingi Bagnaia. Namun, Ducati mengubah keputusan pada awal Juni 2024.
Hal ini dipicu oleh penolakan Marquez terhadap rencana awal Ducati yang ingin menempatkannya di tim Pramac Ducati. Ia menolak menunggu hingga salah satu dari Martin atau Bagnaia dilepas di musim berikutnya.
Pernyataan Marquez memicu kepanikan Ducati, yang akhirnya melepas Martin ke Aprilia Racing. Marquez, 31 tahun, kemudian diresmikan sebagai pembalap pabrikan Ducati.
Crafar yakin Ducati mempertimbangkan sisi pemasaran yang berdampak pada keuntungan finansial sebagai alasan utama. “Marquez menarik perhatian banyak pihak dan sangat menginginkan posisi itu. Dia berhasil mewujudkannya,” ujar Crafar, seperti dikutip dari Crash.
“Saya yakin sponsor dan Audi, sebagai induk perusahaan, melihat potensi pemasaran besar. Saya mengerti alasan mereka,” tambah Crafar.
Beberapa pekan sebelum bergabung dengan Ducati, Marquez dan adiknya, Alex, telah dikontrak oleh Audi. Tak dapat dipungkiri, nama besar Marquez mampu mendongkrak pasar dan keuntungan finansial bagi Ducati, yang bergantung pada penjualan sepeda motor. Inilah mengapa pilihan jatuh kepada Marquez dibanding Martin.












