Beritane – Shannon Sharpe, mantan Tight End NFL yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di posisinya, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah terjadi insiden yang tidak diinginkan di akun Instagram-nya.
Videonya yang bocor secara tidak sengaja melalui siaran langsung Instagram, Shannon Sharpe mengejutkan penggemar dan netizen di seluruh dunia.
Pada sebuah momen yang tidak terduga, Sharpe melakukan siaran langsung di Instagram Live, dan penggemar dibuat terkejut oleh konten yang tidak pantas disiarkan dari akun media sosial mantan juara Super Bowl tiga kali ini.
Meskipun video tersebut tidak menampilkan gambar, suara-suara yang terdengar menimbulkan kegemparan di berbagai platform media sosial dan memicu berbagai reaksi serta lelucon dari publik.
Menanggapi insiden tersebut, Sharpe dengan cepat mengeluarkan pernyataan resmi melalui Instagram Stories, meskipun pernyataan tersebut segera dihapus.
Dalam pernyataannya, Sharpe mengklaim bahwa akun Instagram-nya diretas, dan dia serta timnya tengah berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Hati-hati, Instagram saya diretas pagi ini. Tim saya dan saya bekerja keras untuk mengatasi masalah ini. -UNC,” tulis Sharpe dalam pernyataan yang telah dihapus.
Namun, dalam episode terbaru dari Nightcap Podcast, Sharpe mengungkapkan rasa malu dan kekecewaannya terkait insiden tersebut. Dia mengakui bahwa dia merasa tertekan karena detail pribadi dan intimnya telah dipublikasikan secara luas.
“Saya merasa sangat malu. Sebagai seseorang yang sangat pribadi, mengetahui bahwa detail paling intim saya bisa didengar oleh seluruh dunia membuat saya sangat kecewa. Saya merasa hancur, bukan karena tindakan itu sendiri, tetapi karena detail pribadi saya terdengar oleh banyak orang,” ujar Sharpe.
Sharpe juga mengungkapkan bahwa dia tidak terbiasa menggunakan fitur Instagram Live dan tidak memahami sepenuhnya cara kerjanya.
Setelah video tersebut menjadi viral, ia menerima banyak panggilan dari orang-orang yang tidak pernah dia hubungi sebelumnya, yang membuatnya semakin merasa tertekan.
“Telepon saya terus berdering, dan saya menerima panggilan dari orang-orang yang tidak pernah saya ajak bicara. Begitu saya mengetahui situasinya, saya benar-benar merasa hancur,” tambah Sharpe.









