Beritane.com – Penelitian terbaru dalam informatika otak mengungkap cara baru mendeteksi pola gelombang alfa yang berperan dalam relaksasi otak, berdampak positif pada kesehatan mental.
Studi dari Risqiwati dkk yang dipublikasikan di jurnal “Brain Informatics” memperkenalkan Effective Relax Acquisition (ERA), alat untuk menandai kondisi relaksasi otak secara objektif.
ERA menggunakan model subband di jaringan Alpha, membagi data menjadi empat kelompok waktu untuk analisis spasial.
Proses ini melibatkan teknik peningkatan data seperti Window Length (WL) dan Overlapping Shifting Windows (OSW).
Reduksi parameter dilakukan melalui Principal Component Analysis (PCA), memprioritaskan nilai eigenvector signifikan. Hasilnya menunjukkan relaksasi lebih jelas pada frekuensi Alpha atas, khususnya pada kelompok keempat.
Dengan pengaturan WL 3 detik dan OSW 0,25 detik, ERA mencapai akurasi 90,63% menggunakan klasifikasi KNN, mengonfirmasi kemampuan ERA dalam mengidentifikasi relaksasi otak secara akurat melalui data EEG yang kompleks.
Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi praktik medis, terutama dalam hipnoterapi dan perawatan kesehatan mental.
Memahami waktu dan kondisi relaksasi otak secara objektif memungkinkan dokter menyesuaikan intervensi untuk hasil optimal dalam mengobati gangguan tidur, kecemasan, dan depresi.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya relaksasi otak dalam meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres, serta meningkatkan fokus dan konsentrasi.
Melalui teknologi EEG dan analisis otak, dokter dapat mengembangkan program kesehatan mental yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Temuan ini tidak hanya berkontribusi signifikan pada informatika otak, tetapi juga membuka peluang pengembangan metode pengobatan baru yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan mental, menawarkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sumber: Unair











