Beritane.com – Makanan olahan ultra, atau ultra processed food, dikaitkan dengan risiko obesitas dan hipertensi jika sering dikonsumsi oleh anak-anak.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Piprim Basarah Yanuarso, menyarankan agar anak-anak menghindari jenis makanan ini untuk mencegah masalah kesehatan di masa depan.
Dr. Piprim menjelaskan bahwa makanan olahan ultra mengandung sedikit serat tetapi tinggi kalori dan gula.
“Sebaiknya anak-anak tidak mengonsumsi ultra processed food maupun junk food karena keduanya tidak baik untuk kesehatan mereka,” ungkapnya, seperti dilansir dari Suara Surabaya, Kamis (18/7/2024).
Gula dalam makanan olahan ini dapat menimbulkan efek adiktif dan membuat anak ketergantungan. Selain itu, rasa dari makanan ini dapat mengubah selera anak sehingga tidak terbiasa dengan rasa alami makanan.
Kondisi ini dapat mengarah pada berbagai penyakit metabolik seperti obesitas, dislipidemia, dan hipertensi.
Dr. Piprim menekankan, “Anak-anak yang mengonsumsi makanan ini berisiko mengalami ketergantungan dan konsumsi berlebih, yang akhirnya menyebabkan obesitas.”
Sebagai alternatif, Dr. Piprim menganjurkan agar anak-anak lebih sering mengonsumsi makanan asli seperti buah utuh, bukan jus kemasan.
“Pastikan di rumah tersedia makanan alami seperti buah, sayuran, telur, dan ikan untuk mendukung pola makan yang lebih sehat,” katanya.
Bahaya Makanan Olahan Ultra untuk Anak
Di era modern ini, kesibukan orang tua seringkali membuat mereka beralih ke makanan olahan ultra sebagai solusi praktis untuk kebutuhan makan anak. Namun, tahukah Anda bahwa di balik kemudahan dan kepraktisan tersebut, terdapat bahaya tersembunyi yang mengintai kesehatan anak?
Makanan olahan ultra, yang sering dikenal sebagai makanan siap saji, makanan siap makan, atau junk food, umumnya mengandung kadar gula, garam, dan lemak jenuh yang tinggi, serta miskin serat dan mikronutrien. Konsumsi berlebihan makanan ini dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dampak Jangka Pendek:
- Gangguan pencernaan: Serat yang rendah dalam makanan olahan ultra dapat menyebabkan sembelit, diare, dan masalah pencernaan lainnya.
- Kenaikan berat badan: Kandungan kalori dan lemak yang tinggi dapat menyebabkan obesitas pada anak, yang berisiko memicu berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung di kemudian hari.
- Ketergantungan rasa: Gula dan zat aditif dalam makanan olahan ultra dapat memicu rasa kecanduan, sehingga anak menjadi lebih memilih makanan ini daripada makanan sehat.
- Penurunan konsentrasi dan fokus: Kurangnya mikronutrien penting seperti zat besi dan omega-3 dapat memengaruhi perkembangan otak dan kemampuan belajar anak.
Dampak Jangka Panjang:
- Penyakit kronis: Obesitas dan pola makan tidak sehat pada masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung di usia dewasa.
- Kanker: Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi makanan olahan ultra dengan risiko kanker tertentu, seperti kanker usus besar.
- Gangguan mental: Depresi dan kecemasan lebih sering terjadi pada anak-anak yang sering mengonsumsi makanan olahan ultra.
Bagaimana Melindungi Anak dari Bahaya Makanan Olahan Ultra?
Orang tua memiliki peran penting dalam melindungi anak dari bahaya makanan olahan ultra. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:
- Batasi konsumsi makanan olahan ultra: Sebisa mungkin, hindari memberikan makanan olahan ultra kepada anak. Siapkan makanan rumahan yang lebih sehat dan bergizi.
- Baca label makanan dengan cermat: Perhatikan kandungan gula, garam, lemak jenuh, dan serat pada label makanan sebelum membeli. Pilihlah makanan dengan kandungan yang lebih rendah.
- Ajarkan pola makan sehat: Berikan contoh pola makan sehat kepada anak dengan mengonsumsi banyak buah, sayur, dan protein.
- Buat suasana makan yang menyenangkan: Makan bersama keluarga dengan suasana yang menyenangkan dapat membantu anak mengembangkan kebiasaan makan yang lebih sehat.
Melindungi anak dari bahaya makanan olahan ultra membutuhkan komitmen dan usaha dari orang tua. Dengan memberikan pola makan yang sehat dan bergizi, orang tua dapat membantu anak tumbuh kembang dengan optimal dan terhindar dari berbagai penyakit di masa depan.













