Beritane.com – Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, mengumumkan bahwa ia tidak akan berpartisipasi dalam pemilihan pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) yang akan berlangsung pada bulan September mendatang. Pemilihan ini akan menentukan pemimpin baru yang akan menggantikan Kishida sebagai perdana menteri.
Menurut laporan dari kantor berita Kyodo, Kishida memutuskan untuk mundur dari kontestasi pemilihan tersebut, menyatakan bahwa perlu ada pertanggungjawaban atas skandal yang melibatkan partainya.
Dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan oleh NHK pada hari Rabu, Kishida menjelaskan, “Penting untuk menunjukkan kepada publik bahwa Partai Demokrat Liberal akan mengalami perubahan. Untuk itu, pemilihan yang transparan dan diskusi terbuka sangat diperlukan agar partai bisa menunjukkan komitmen untuk reformasi.”
Kishida menambahkan, “Langkah pertama yang jelas bagi saya adalah mengundurkan diri. Saya tidak akan mengikuti pemilihan ketua mendatang.”
Meskipun Fumio Kishida menyatakan bahwa dia tidak akan mencalonkan diri, ia tidak mengungkapkan nama-nama kandidat potensial untuk posisi pemimpin LDP berikutnya.
Kishida berharap pemimpin baru yang terpilih nantinya akan terus melanjutkan upaya reformasi terkait masalah dana politik dan memulihkan kepercayaan publik terhadap politik.
Pemilihan ketua baru LDP dijadwalkan berlangsung pada bulan September. Pemenang dalam pemilihan ini akan secara otomatis menjadi perdana menteri Jepang yang berikutnya, menggantikan posisi Kishida.
Kepercayaan publik terhadap Kishida telah menurun tajam dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah terungkapnya skandal mengenai dana fraksi LDP yang tidak dilaporkan pada akhir tahun 2023.
Beberapa fraksi dalam partai berkuasa diduga menerima dana dari berbagai acara penggalangan dana tanpa melaporkannya secara resmi. Skandal ini telah menyebabkan sejumlah anggota senior LDP diperiksa dan beberapa politikus mengundurkan diri.
