Beritane.com – Berita perceraian antara Wina Natalia dan Anji mengungkapkan sisi emosional yang mendalam. Ini terungkap dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Maia AlElDul TV.
Wina Natalia mengungkapkan bahwa keputusan untuk berpisah dengan Anji mendapat penolakan keras dari anak mereka, Saga Omar Nagata. Saga, anak pertama mereka, sangat menentang perceraian tersebut.
“Anak-anak tidak setuju dengan perceraian kami, terutama Saga. Dia sangat menolak dan tidak ingin kami bercerai,” kata Wina Natalia dalam video berjudul “MAIA ESTIANTY DENGARKAN CURHATAN WINA NATALIA : RESMI CERAI ‘SAGA GAK MAU PISAH DARI ANJI’!!” yang dikutip dari sumber berita.
Wina menjelaskan bahwa ia baru memberitahukan anak-anak tentang keputusan perceraian pada Desember 2023. Saat itu, Wina menunggu anak pertamanya dari pernikahan sebelumnya dengan Wishnutama, Salvaditya Tama, menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu.
Salva dan Sultan Saladyne, anak-anak Wina dari pernikahan sebelumnya, menunjukkan pemahaman terhadap keputusan tersebut dan meminta agar perceraian dilakukan secara damai. Namun, Saga, yang saat itu berusia 11 tahun, sangat kesulitan menerima keputusan tersebut karena tidak ingin kehilangan sosok ayahnya.
“Saga awalnya sangat menolak karena dia sudah bersama Anji selama 11 tahun. Dia merasa sangat kehilangan dan tidak mau berpisah,” ungkap Wina.
Untuk mengatasi situasi tersebut, Wina mencoba menjelaskan dengan memberikan contoh dari perpisahan sebelumnya dengan Wishnutama. Namun, Saga merasa bahwa situasi yang dialaminya lebih berat dibandingkan dengan kakak-kakaknya, yang mengalami perpisahan orang tua setelah lima tahun.
“Aku bilang, ‘dulu aku dan Mas Tama juga baik-baik saja.’ Saga menjawab, ‘Kakak cuma lima tahun, aku sudah 11 tahun. Aku pasti lebih sedih,’” kenang Wina dengan emosional.
Meskipun sempat menolak keras, Saga akhirnya mulai menerima keputusan orang tuanya setelah melihat bahwa mereka bisa berpisah dengan damai dan bahwa kakak-kakaknya juga baik-baik saja.
Di sisi lain, anak kedua Wina dan Anji, Sigra Umar Narada, yang didiagnosis dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), tampaknya belum sepenuhnya memahami situasi perceraian, tetapi menyadari bahwa ayahnya jarang di rumah.
“Sigra tidak tahu banyak tentang perceraian, tetapi dia merasa bahwa ayahnya tidak sering berada di rumah. Setiap kali ayahnya datang, dia sangat posesif dan menghindari keluar rumah,” jelas Wina.
Pada 18 Juli 2024, Pengadilan Agama Cibinong mengabulkan gugatan cerai Wina dan memberikan hak asuh anak kepada Wina. Anji diwajibkan membayar nafkah anak sebesar Rp 80 juta per bulan dan nafkah Iddah serta Mut’ah total Rp 510 juta, dengan rincian nafkah Iddah Rp 210 juta yang dapat dicicil dalam tiga bulan dan nafkah Mut’ah sebesar Rp 300 juta.
Sumber: Kumparan
