Penguatan Promosi Tiga Sektor Kunci untuk Akselerasi Investasi di Era Menteri Investasi Rosan Roeslani

Menteri Investasi Rosan Roeslani

Beritane.com – Dalam rangka mempercepat realisasi investasi di Indonesia dibawah kepemimpinan Menteri Investasi yang baru Rosan Roeslani harus meningkatkan promosi tigas sektor.

Menurut Ekonom dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tiga sektor utama adalah pariwisata, industri pengolahan dan pertania. “Itu yang harus dipercepat realisasinya,” kata Bahtiar Rifai, Senin (19/8).

Bahtiar Rifai, Kepala Kelompok Riset Ekonomi Berbasis Pengetahuan di BRIN, menjelaskan kepada media di Jakarta pada Senin, 19 Agustus 2024, bahwa promosi dapat dilakukan melalui pemberian insentif perpajakan bagi ketiga sektor tersebut, yang dinilai memiliki potensi pengembangan yang signifikan.

“Dengan rekam jejak Menteri Investasi yang baru, kami berharap dapat membuka peluang investasi baru dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, terutama mengingat tingginya angka pengangguran pada bulan Juni-Juli dan penurunan jumlah kelas menengah sekitar 8,5 juta,” ungkap Bahtiar.

Dalam sektor pariwisata, insentif perpajakan dapat membantu menciptakan destinasi wisata baru yang berpotensi meningkatkan lapangan kerja, mengingat sektor ini dikenal sebagai sektor padat karya.

Untuk sektor manufaktur, Bahtiar menyarankan bahwa promosi ini dapat mempercepat pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) untuk nikel, tembaga, bauksit, dan timah.

“Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi harus menyusun roadmap dan menawarkan skema investasi serta insentif yang berlaku untuk sektor-sektor ini,” tambah Bahtiar.

Di sektor pertanian, Bahtiar menekankan perlunya insentif khusus bagi pelaku usaha yang tidak hanya menjual pangan mentah. Hal ini diharapkan dapat mendorong diversifikasi produk dan sejalan dengan kebijakan hilirisasi.

“Isu utama selama ini adalah penjualan hasil panen secara segar pada saat panen raya. Diperlukan langkah-langkah untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian dan mengurangi fluktuasi harga saat panen raya,” kata Bahtiar.

Pada hari yang sama, Presiden Joko Widodo melantik Rosan Roeslani, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, sebagai Menteri Investasi atau Kepala BKPM di Istana Negara, Jakarta.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 92P Tahun 2024 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode 2019–2024.

Dalam upacara pelantikan tersebut, Rosan Roeslani dilantik bersama Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Supratman Andi Agtas sebagai Menteri Hukum dan HAM, serta Angga Raka Prabowo sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika.

Exit mobile version