Beritane, DUMAI – Pemerintah Kota Dumai, melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), mengadakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai penyusunan Brandbook Kota Dumai.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Bappeda pada Jumat (4/10/2024) dan dipimpin oleh Kepala Bappeda, Drs. Budhi Hasnul, M.Si.
FGD ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PSEK UGM), dihadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, pimpinan perusahaan, serta akademisi.
Budhi Hasnul menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan untuk membangun citra positif Kota Dumai, sejalan dengan upaya mewujudkan kota ini sebagai Smart City.
“Pembentukan brandbook ini akan menghasilkan konsep promosi daerah yang mudah dipahami masyarakat dan menjadi panduan bagi kita semua dalam memperkenalkan produk lokal, termasuk UMKM, merchandise, event, serta sektor pariwisata di Dumai,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya branding kota dalam memperkenalkan potensi daerah. Dalam konteks Smart City, branding merupakan dimensi yang krusial.
“Di era informasi saat ini, sebuah kota tidak hanya perlu memanfaatkan potensi lokal, tetapi juga harus mampu menarik partisipasi masyarakat, pelaku bisnis, dan investor untuk mempercepat pembangunan,” tambahnya.
Budhi juga mengungkapkan bahwa penentuan konsep city branding harus melalui kajian mendalam yang mempertimbangkan potensi dan sumber daya yang ada, serta melibatkan seluruh stakeholder terkait.
“Analisis terpadu dan keterlibatan pihak-pihak terkait sangat penting untuk menyempurnakan brandbook ini, sehingga city branding yang dihasilkan dapat secara utuh menggambarkan karakteristik Kota Dumai,” jelasnya.
Di akhir acara, Budhi berharap brandbook yang telah disusun dapat memperkuat nama Dumai, meningkatkan nilai merek daerah, dan mendorong pertumbuhan perekonomian serta pengembangan sosial budaya lokal, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
