beritane.com
beritane.com

Menjelang Pilkada Jakarta 2024, Isu Penjegalan Anies Baswedan Mencuat

Avatar photo
Isu Penjegalan Anies Baswedan

Beritane.com – Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta, isu mengenai potensi penjegalan terhadap Anies Baswedan mencuat ke permukaan.

Dugaan penjegalan Anies Baswedan ini semakin menguat setelah wacana Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang mendukung Ridwan Kamil sebagai calon di Pilkada Jakarta 2024 mulai berkembang.

Menurut Hendri Satrio, pengamat politik dari Universitas Paramadina, pencalonan Ridwan Kamil yang diusung oleh KIM Plus dapat berpotensi menghambat langkah Anies Baswedan dalam Pilkada Jakarta.

Hendri menyebutkan bahwa kemungkinan partai-partai penguasa tidak ingin Anies, Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, maju kembali di Pilkada Jakarta.

“Jika Anies tidak maju karena diblokir oleh partai dan penguasa, maka Ridwan Kamil bisa menghadapi kotak kosong,” ujar Hendri, yang juga merupakan pendiri lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Senin, 5 Agustus 2024.

Namun, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah klaim bahwa pembentukan KIM Plus bertujuan untuk menghalangi Anies maju sebagai calon gubernur. Menurut Dasco, KIM Plus dibentuk untuk tujuan yang lebih luas daripada sekadar Pilkada Jakarta.

“KIM Plus ini dibentuk untuk kemajuan Indonesia secara keseluruhan, tidak hanya fokus pada Pilkada Jakarta,” jelas Dasco di kompleks parlemen Senayan pada hari yang sama.

Dasco menambahkan bahwa KIM Plus tidak berfungsi untuk menghalangi siapapun untuk mencalonkan diri dalam Pilkada, termasuk Anies Baswedan. “Ini adalah alam demokrasi. Jika partai politik ingin mencalonkan seseorang, kita tidak bisa melarang,” tegasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, juga menegaskan bahwa pembentukan KIM Plus bukanlah strategi untuk menjegal Anies.

Jazilul menjelaskan bahwa kehadiran KIM Plus di Jakarta dimaksudkan untuk kolaborasi dalam pemerintahan yang akan datang.

“KIM Plus ingin menciptakan kolaborasi dan kerja sama antar partai politik,” ujar Jazilul saat ditemui di Kantor DPP PKB pada Selasa, 6 Agustus 2024.

Menurut Jazilul, koalisi partai politik di tingkat Pilpres dan Pilkada memiliki perbedaan, dengan koalisi Pilkada lebih fokus pada kepentingan lokal. “Di banyak tempat, koalisi partai-partai cenderung mengikuti kepentingan lokal,” tambahnya.

KIM Plus merupakan koalisi yang melibatkan KIM, yang terdiri dari partai-partai pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024, ditambah dengan beberapa partai lainnya seperti PKB, PKS, dan NasDem. Jika terwujud, KIM Plus diprediksi akan menjadi koalisi besar dalam Pilgub Jakarta 2024.

Sumber: Tempo