beritane.com
beritane.com

Memahami Fungsi Busi Motor dan Cara Perawatan untuk Kinerja Optimal

Avatar photo
Fungsi Busi Motor
Fungsi Busi Motor. (Foto:Pexels.com)

Beritane – Memahami fungsi busi motor sangatlah penting karena busi merupakan komponen krusial dalam sistem pengapian kendaraan bermotor.

Asal-usul istilah “busi” berasal dari bahasa Belanda, yaitu “bougie,” yang merujuk pada suku cadang yang dipasang di mesin pembakaran pada ujung elektroda ruang pembakaran.

Paten busi motor pertama kali diberikan kepada beberapa penemu terkenal seperti Nikola Tesla, Richard Simms, Robert Bosch, dan Karl Benz, yang dikenal sebagai pelopor dalam pengembangan busi.

Memastikan busi motor dalam kondisi baik sangat penting untuk kenyamanan berkendara. Banyak pemilik motor yang kurang memahami cara kerja busi, sehingga ketika busi mengalami masalah, mereka seringkali tidak segera mengambil tindakan perbaikan.

Kerusakan pada busi dapat mengakibatkan sistem pengapian tidak berfungsi dengan optimal. Karena itu, pemeliharaan busi yang rutin sangat diperlukan untuk menjaga kinerjanya.

Apa Fungsi Busi Motor?

Busi motor berfungsi untuk mengubah tegangan listrik dari koil menjadi percikan api yang membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang mesin pada akhir langkah kompresi. Berikut adalah komponen utama busi dan fungsinya:

  1. Terminal: Terminal terletak di bagian atas busi dan terbuat dari bahan logam. Terminal ini menghubungkan kabel bertegangan tinggi dari koil ke busi.
  2. Insulator: Sebagian besar busi saat ini menggunakan keramik sebagai material insulator. Insulator berfungsi untuk memindahkan panas ke kepala silinder dan mengisolasi arus listrik dari elektroda agar tidak keluar dari busi.
  3. Ribs: Ribs berfungsi mencegah arus listrik merambat keluar dari komponen mesin. Dengan bentuk berlekuk, ribs menjaga jarak antara elektroda inti dan ground agar tetap optimal.
  4. Insulator Tip: Bagian ini terbuat dari material yang tahan suhu tinggi, dapat menahan temperatur hingga 650 derajat Celsius dan tegangan mencapai 60.000 volt.
  5. Gasket: Gasket berfungsi sebagai penutup untuk mencegah kompresi dari ruang bakar bocor keluar.
  6. Metal Case: Bagian ini berfungsi sebagai konduktor panas dan sebagai pengunci busi pada silinder head.
  7. Inti Elektroda: Inti elektroda menyalurkan energi listrik dari terminal. Biasanya terbuat dari kombinasi tembaga, besi, dan nikel.
  8. Ground: Terletak di ujung busi, bagian ini bersentuhan dengan bodi motor dan memungkinkan arus listrik berpindah ke inti elektroda serta mengakhiri percikan api.

Cara Kerja Busi Motor

Busi bekerja dengan cara menerima tegangan tinggi dari koil, yang menghasilkan perbedaan tegangan antara elektroda tengah dan elektroda samping.

Ketika tegangan melebihi kekuatan gas isolator, gas tersebut akan terionisasi dan berubah menjadi konduktor.

Hal ini menyebabkan arus elektron mengalir dan suhu di celah percikan busi meningkat lebih dari 60.000 derajat Celsius, menciptakan percikan api yang penting untuk pembakaran campuran bahan bakar.

Perawatan Busi

Agar busi motor tetap berfungsi dengan baik, perawatan rutin sangat diperlukan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Memeriksa Ketebalan Kerak Periksa kerak pada kepala busi secara berkala. Kerak yang menumpuk dapat mengurangi efisiensi busi dan tegangan yang dihasilkan koil. Jika kerak menumpuk banyak, pertimbangkan untuk membersihkan atau mengganti busi.
  2. Hindari Penggunaan Amplas Saat membersihkan kerak, jangan gunakan amplas karena sifat abrasifnya bisa merusak kepala busi. Gunakan metode pembersihan yang lebih lembut untuk menjaga kondisi busi.
  3. Memeriksa Kerapatan Kepala Busi Periksa kerapatan kepala busi secara berkala, idealnya saat mengganti oli. Pastikan busi tidak longgar dan berfungsi dengan baik.

Busi motor dirancang untuk beroperasi dalam rentang waktu tertentu. Jika sudah waktunya untuk mengganti busi, lakukan penggantian sesuai jadwal, biasanya bersamaan dengan pergantian oli mesin. Dengan perawatan yang tepat, busi motor akan memberikan kinerja optimal dan mendukung performa mesin secara keseluruhan.